Jurnal Teknik Sipil UNPAL Vol.11, No.2, Nop.2021 P-ISSN.2089-2942 E-ISSN. 2686-6676 Analisis Perubahan Guna Lahan Terhadap Tingkat Hambatan Samping Di Wilayah Pembangunan Bandara Dhoha Kediri (Yoanita Eka Rahayu 1) ,M.Shofwan Donny Cahyono 2) ) 80 1. PENDAHULUAN Pembangunan infrastruktur di sebuah kota selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga berpotensi sebagai alternatif pemulihan ekonomi nasional, lingkungan dan sosial. Pembangunan infrastruktur Bandara Dhoho Kediri merupakan upaya pemerintah dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat akan transportasi udara yang terus meningkat (Kharisma,2019). Pembangunan Bandara Dhoho Kediri menempati 4 desa dari 3 kecamatan yaitu Kec. Banyakan, Kec. Grogol dan Kec. Tarokan. Menurut PERDA Kab. Kediri No 4. Tahun 2019 menyebutkan bahwa Sistem Pusat Kegiatan sebagai pusat pemerintahan kecamatan dan pusat pelayanan sosial ekonomi skala kawasan terletak di beberapa kecamatan salah satunya adalah kecamatan Tarokan dan Banyakan. Sedangkan pada wilayah perkotaan kecamatan Grogol digunakan sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pusat perdagangan regional dan pusat pendidikan. Gambar 1.1 Peta Administrasi Kota Kediri (RTRW Kabupaten Kediri 2010-2030) Aktivitas dari adanya kegiatan pembangunan Bandara Dhoho Kediri dan perkembangan guna lahan dari tahun ke tahun ANALISIS PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT HAMBATAN SAMPING DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA DHOHO KEDIRI Yoanita Eka Rahayu 1) , M. Shofwan Donny Cahyono 2) 1),2) Dosen Teknik Sipil Universitas Widya Kartika Surabaya e-mail : yoanitaryandi@gmail.com. 1) ABSTRAK Perkembangan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memulihkan ekonomi nasional, salah satunya adalah Pembangunan Bandara Dhoho Kediri. Proyek pembangunan bandara menempati wilayah di 3 kecamatan yaitu Tarokan, Grogol dan Banyakan. Permasalahan terjadi dikarenakan fungsi guna lahan yang berada di kawasan pembangunan bandara terutama di ruas Jl. Raya Kediri-Nganjuk mempunyai aktivitas yang cukup tinggi dan berpotensi meningkat seiring dengan pembukaan bandara pada tahun 2023. Dalam studi ini digunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dengan penginderaan jarak jauh menggunakan Citra Google Earth. Ruas jalan yang ditinjau adalah Jl. Raya Kediri-Nganjuk – Simpang Banyakan sepanjang 5,79 km dan membagi menjadi 3 segmen sesuai dengan batas administratif per wilayah kecamatan. Hasil analisis persentase pertumbuhan guna lahan pada tahun 2013, 2017 dan 2022 (eksisting) menunjukkan pada Kec. Tarokan pertumbuhan rata-rata sebesar 7,529% dengan penambahan 2.173 m 2 , Kec. Grogol sebesar 5,002% dengan penambahan 7.302 m 2 , Kec. Banyakan sebesar 7,175% dengan penambahan 4.972 m 2 untuk prediksi guna lahan tahun 2027. Sedangkan untuk analisis hambatan samping tergambar sesuai dengan kondisi daerah dengan tingkat hambatan samping bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi. Kata kunci : hambatan samping, perubahan guna lahan, pembangunan bandara