Media Teknologi Hasil Perikanan Januari 2020, 8(1): 22–24 Lohoo, H.J. dan J.Ch.V. Palenewen., 2019 Mutu Organoleptik 23 e-ISSN 2682-7205; p-ISSN 2337-4284 Media Teknologi Hasil Perikanan Terakreditasi Nasional (Sinta 4) Januari 2020, 8(1): 23–25 SK Ditjen Risbang Kemristekdikti DOI https://doi.org/10.35800/mthp.8.1.2020.26057 No: 28/E/KPT/2019 Available online https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmthp/index Mutu Organoleptik Abon Ikan Roa Asap Dari Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Helen Jenny Lohoo* dan Joyce Ch. V. Palenewen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu, Manado 95115, Sulawesi Utara, Indonesia. *Penulis Korespondensi: helen_lohoo@unsrat.ac.id (Diterima 17-10-2019; Direvisi 23-11-2019; Dipublikasi 11-01-2020) ABSTRACT The utilization of smoked roa into a final product is still very limited, so it is necessary to diversify the smoked roa by processing to become shredded products. Processing smoked roa into shredded will give practicality to consumers in consuming ready-to-eat roa fish. This product has a soft texture, distinctive taste and aroma. Abon making is one alternative to fish processing. This is done to anticipate abundance of production or to diversify fishery products. In this process, fish made in shredded fish are smoked roa which are treated by using a spinner and without using a spinner machine, while panelists are women who process the shredded smoked roa and several woman in Desa Bahoi. Organoleptic test results and the quality of shredded smoked roa fish produced by coastal women of Desa Bahoi, Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara showed that the panelists gave an average response very like and extremely like (grades 8 and 9) on the taste, aroma and texture of shredded roa which is drained using a spinner machine. For other tests such as water content, and the Total Plate Count the results still meet the requirements of Indonesian National Standard (SNI) for shredded products in general. Kata kunci: potensi, abon, diversifikasi, pemberdayaan. ABSTRAK Pemanfaatan ikan roa asap menjadi produk masih sangat terbatas, maka dari itu perlu dilakukan diversifikasi ikan roa asap dengan salah satu cara pengolahan produk abon. Pengolahan ikan roa asap menjadi abon akan memberi kepraktisan pada konsumen dalam mengkonsumsi ikan roa siap saji. Produk ini mempunyai tekstur yang lembut rasa dan aroma yang khas. Pembuatan abon merupakan salah satu alternatif pengolahan ikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelimpahan produksi ataupun untuk penganekaragaman produk perikanan. Pada kegiatan ini ikan yang dibuat abon adalah ikan roa asap yang diberi perlakuan diperas menggunakan spinner dan tanpa menggunakan mesin spinner, sedangkan panelis adalah ibu ibu yang mengolah abon ikan roa asap dan beberapa ibu lainnya yang ada di desa Bahoi. Hasil uji organoleptik dan mutu abon ikan roa asap yang diproduksi oleh perempuan (ibu-ibu pesisir) desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara memperlihatkan bahwa panelis memberikan respon rata-rata sangat suka dan amat sangat suka (nilai 8 dan 9) terhadap rasa, aroma dan tekstur produk abon ikan roa asap yang dilakukan penirisan minyak menggunakan mesin spinner. Untuk pengujian lainnnya seperti Kadar air, dan Total Plate Count memberikan hasil memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk abon pada umumnya. Kata kunci: potensi, abon, diversifikasi, pemberdayaan. PENDAHULUAN Pemberdayaan kaum wanita (ibu dan putri) nelayan untuk kegiatan ekonomi yang berbasis usaha perikanan, diperkirakan akan menjadi lokomotif baru dalam membawa ekonomi masyarakat nelayan yang lebih sejahtera. Keterampilan para wanita dapat ditingkatkan dengan memberi pelatihan pembuatan komoditi baru berbasis ikan. Disisi lain diversifikasi komoditi perikanan menjadi produk pangan yang sudah dikenal tidak saja sangat aplikatif, tetapi juga akan mempermudah pemasaran. Prosentase wanita yang umumnya lebih besar daripada laki-laki di daerah pesisir pantai Kabupaten Minahasa Utara lebih khusus Desa Bahoi merupakan potensi yang besar untuk me- ningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, posisi wanita yang selama ini hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga ditingkatkan sebagai penopang ekonomi rumah tangga. Potensi perikanan tangkap yang ada di Kabupaten Minahasa Utara cukup besar. Untuk Kecamatan Likupang Barat termasuk didalamnya desa Bahoi potensi perikanan tangkapnya adalah ikan dasar dan ikan pelagis. Umumnya hasil tangkapan nelayan adalah jenis ikan pelagis seperti