JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 1 TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 132 PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PARTS MESIN D3E DENGAN PENDEKATAN INVENTORY PROBABILISTIC MODELS INVENTORY SPARE PARTS CONTROL MACHINE D3E WITH APPROMIXATION METHOD INVENTORY PROBABILISTIC MODELS Novita Ratna Primantari 1) , Arif Rahman 2) , Zefry Darmawan 3) Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167, Malang, 65145, Indonesia E-mail : primantarinovita@gmail.com 1) , posku@ub.ac.id 2) , zefry_gue@yahoo.com 3) Abstrak PT Essentra merupakan perusahaan yang memproduksi filter rokok berlokasi di Sidoarjo. Saat ini, PT Essentra hanya melakukan pengadaan spare parts apabila kebutuhan spare parts sudah menipis bahkan sudah kosong. Dari data 2 tahun terakhir yaitu tahun 2012 dan tahun 2013 menunjukkan bahwa kebutuhan Pusher Pins #BLE1156, Knife Shaft #98017.198, Bearing #38 KTT, Suction Band 12.7X1546, Center Pusher #98018.509A, Center Pusher 500687 #98018-509 dan Grip Tape 2.0 MM membutuhkan biaya yang besar untuk proses pengadaan spare parts tersebut. Untuk itu dilakukan perhitungan nilai quantity order, reorder point, service level, dan stock level expected spare parts tersebut dengan metode inventory probabilistic models. Dari perhitungan yang didapatkan bahwa service level ketujuh spare parts berkisar di angka 0,70 sampai 0,90. Nilai total cost dipengaruhi oleh nilai quantity order dan backorder karena ketika kedua nilai tersebut besar maka jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan tahunan spare parts tersebut dapat terpenuhi sesuai harapan dari perhitungan yang dilakukan. Hasil perhitungan, total cost terbesar adalah untuk spare parts jenis Center Pusher 500687#98018-509 dengan nilai Rp 35.953.553,57 dengan quantity order sebanyak 28 buah dan reorder point sebanyak 27 buah. Sedangkan total cost terkecil adalah untuk spare parts jenis Knife Shaft #98017.198 dengan nilai Rp 18.042.148,44 dengan quantity order sejumlah 2 buah dan reorder point sebanyak 2 buah. Kata kunci : Spare Parts Inventory, Backorder Case Stockout Per Unit, Inventory Probabilistic Models. 1. Pendahuluan Perawatan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan produksi dan mengadakan perbaikan atau penggantian yang diperlukan agar terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan (Reksodiprojo, 1991:54). Hal ini dilakukan dengan mendesain, mengatur dan mengecek performansi dari setiap fasilitas kerja pada saat waktu kerja (uptime) dan minimalkan downtime karena kerusakan mesin. Proses pengadaan spare parts merupakan salah satu kegiatan yang mendukung lancarnya kegiatan maintenance (Assauri, 2004:12). Kekurangan persediaan spare parts dapat menyebabkan ketidakandalan proses produksi. Diperlukan adanya pertukaran persediaan antara menyediakan sedikit spare parts dengan resiko ketidakandalan proses atau menyediakan banyak spare parts dengan inventasi yang mahal (Nasution, 2005:73). PT Essentra merupakan perusahaan yang memproduksi filter rokok yang terletak di Jalan Berbek Rungkut Industri I, Sidoarjo. Perusahaan ini memproduksi kurang-lebih 800 jenis filter rokok yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Untuk memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu dan menghasilkan filter yang baik maka perlu adanya monitoring kegiatan pada mesin produksi. Kegiatan maintenance yang dilakukan di PT Essentra merupakan bagian dari kegiatan autonomous maintenance. Autonomous Maintenance menurut Ebeling (1997 :106) merupakan kegiatan maintenance mandiri yang dianjurkan dalam usaha meningkatkan Total Productive Maintenance yang diterapkan di perusahaan. Dari kegiatan autonomous maintenance di PT Essentra didapatkan bahwa dalam proses produksi kadang terhenti karena terjadi kerusakan mesin yang menyebabkan downtime tinggi. Salah satu penyebab tingginya downtime yaitu karena tidak selamanya spare brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri