JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 2 TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 291 ANALISIS PENYEBAB DEFECT KAPAL MOTOR (KM) PAGERUNGAN PADA BAGIAN HULL CONSTRUCTION (HC) DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Studi Kasus di PT. PAL INDONESIA) DEFECT CAUSE ANALYSIS ON HULL CONSTRUCTION (HC) OF KM. PAGERUNGAN WITH FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) AND FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Case Study in PT. PAL INDONESIA) Muhammad Nur Mulianto Putra 1) , Ishardita Pambudi Tama, ST., MT., Ph.D 2) , Zefry Darmawan, ST., MT 3) Jurusan Teknik Industri, Universitas Brawijaya Jl. Mayjen Haryono 167, Malang 65145, Indonesia E-mail: winteron.summer20@gmail.com 1) , kangdith@ti.ub.ac.id 2) , zefry_gue@yahoo.com 3) Abstrak Hasil inspeksi class/Owner Surveyor pada proses assembly di KM. Pagerungan menunjukkan jumlah cacat terbesar ada pada HC dengan jumlah cacat sebanyak 129, kemudian HO 60 cacat, lalu MO 32 cacat dan EO 22 cacat. Dilakukanlah analisis mengenai jenis-jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap tingginya jumlah cacat di bagian HC sehingga menghasilkan solusi perbaikan yang implementatif. Metode FMEA menunjukkan cacat dengan nilai RPN paling berpengaruh yang menjadi fokus utama untuk diolah dengan menggunakan metode FTA. Hasil metode FMEA menunjukkan tiga jenis cacat dengan nilai RPN tertinggi, yaitu missing bracket dengan nilai RPN 384, missed weld dengan nilai RPN 240, dan misalignment dengan nilai RPN 224. Metode FTA menunjukkan ketiga jenis cacat ini memiliki keterkaitan, yaitu karena kesalahan manusia dan proses kontrol yang belum optimal. Dirancanglah beberapa saran perbaikan, yaitu perbaikan check sheet serta perancangan SOP, penandaan daerah las, pengawasan terhadap perekrutan welder, pengaturan arus pengelasan, dan kontrol penyimpanan elektroda. Kata kunci: KM. Pagerungan, cacat pada HC, mengurangi cacat, FMEA dan FTA 1. Pendahuluan Penelitian ini dilakukan di PT. PAL INDONESIA, tepatnya di departemen QA dan Standarisasi. Obyek penelitian ini merupakan kapal tanker pesanan PT. PERTAMINA INDONESIA (Persero) yang bernama Kapal Motor (KM). Pagerungan dengan kapasitas 17.500 DWT. Adapun proses produksi sampai dengan delivery KM Pagerungan memakan waktu dua tahun, yaitu mulai tahun 2012 – 2014. Proses produksi kapal ini tentu telah melalui proses penjaminan kualitas dari divisi QA dan Standarisasi PT. PAL INDONESIA, dimana proses inspeksi yang diterapkan oleh divisi QA dan Standarisasi memiliki empat bagian inspeksi yaitu Hull Construction (HC), Hull Outfitting (HO), Machinery Outfitting (MO), dan Electrical Outfitting (EO). Data yang digunakan adalah hasil inspeksi class/Owner Surveyor (OS) terhadap proses assembly KM. Pagerungan. Dengan jangka waktu dua tahun, yaitu mulai tahun 2012–2014. Berdasarkan hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa jumlah cacat terbesar ada pada bagian Hull Construction (HC) dengan jumlah cacat sebanyak 129, kemudian diikuti dengan Hull Outfitting (HO) 60 cacat, lalu Machinery Outfitting (MO) sebanyak 32 cacat dan Electrical Outfitting (EO) sebanyak 22 cacat. Dengan berlandaskan data tersebut, maka perlu dilakukan analisis secara mendalam mengenai jenis-jenis cacat yang paling berpengaruh terhadap tingginya jumlah cacat di bagian HC sehingga dapat menghasilkan solusi perbaikan yang bersifat implementatif. Dalam penelitian ini class/OS yang menjadi rujukan adalah Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang klasifikasi kapal yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia. Pada penelitian ini standar yang dimiliki oleh BKI menjadi dasaran untuk asumsi mengenai material dan teknik pengelasan. Dimana dua hal tersebut termasuk ke dalam persyaratan utama di dalam working document sebelum proses fabrikasi dimulai.