http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/gdk | 103
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Volume 5 Nomor 1 Juni 2021, Halaman: 103 - 111
DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3331 ISSN 2549-1830 (Online)
Website: http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/gdk
Terakreditasi S4 – SK No. 36/E/KPT/2019
Penerbit: Program Studi Pendidikan Geografi, FISE, Universitas Hamzanwadi
KONTRIBUSI BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENURUNKAN
TINGKAT PENGANGGURAN PADA PENDUDUK USIA KERJA
Diah Trismi Harjanti
1*
1
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
*Email Koresponden: diahtrismiharjanti@fkip.untan.ac.id
Diterima: 19-04-2021, Revisi: 16-05-2021, Disetujui: 18-06-2021
©2021 Program Studi Pendidikan Geografi, FISE, Universitas Hamzanwadi
Abstrak Pendapatan yang kurang mencukupi kebutuhan menjadi faktor pendorong penduduk melakukan
migrasi. Penduduk usia produktif memiliki keterbatasan kemampuan untuk mengembangkan desa.
Keberadaan BUMDes membantu menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan di desa.
BUMDes Maju Jaya di Desa Rasau Jaya Tiga memiliki beberapa unit usaha seperti Taman Bunga Rajati,
Penyewaan Tenda dan Kursi, Lembaga Keuangan Mikro, Toko Kelontong, dan Pengadaan Bahan Kontruksi.
Keberadaan BUMDes Maju Jaya diharapkan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi BUMDes Maju Jaya terhadap perekonomian dan
penyedia lapangan pekerjaan di Desa Rasau Jaya Tiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah
diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan BUMDes Maju Jaya menyerap tenaga kerja sebesar 7,64% dari total penduduk usia kerja di
Desa Rasau Jaya Tiga. Usaha Taman Bunga Rajati menyerap tenaga kerja terbanyak. Unit usaha yang paling
produktif menghasilkan pendapatan adalah Sewa Kursi Tenda. Dengan demikian BUMDes Maju Jaya
berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Desa Rasau Jaya Tiga.
Kata kunci: kontribusi, BUMDes, penduduk usia kerja, ketenagakerjaan
Abstract Inadequate income is the driving factor for the population to migrate. The productive age population has limited ability
to develop the village. The existence of village-owned enterprises helps move the economy and creates jobs in the village. The Maju
Jaya Village-owned enterprises in Rasau Jaya Tiga Village has several business units such as Rajati Flower Gardens, Tents
and Chairs Rental, Microfinance Institutions, Grocery Stores, and Procurement of Construction Materials. The existence of The
Maju Jaya Village-owned enterprises is expected to have an impact on improving the community's economy. This study aims to
determine the contribution of The Maju Jaya Village-owned enterprises to the economy and job providers in Rasau Jaya Tiga
Village. The type of research used is descriptive qualitative. Collecting data using observation, interviews, and documentation. The
data that has been obtained were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The
results showed that The Maju Jaya Village-owned enterprises absorbed 7.64% of the total working age population in Rasau
Jaya Tiga Village. Rajati Flower Garden business absorbs the most workers. The most productive business unit generating
income is Tent Chair Rental. Thus, The Maju Jaya Village-owned enterprises contributes in providing employment and reducing
unemployment in Rasau Jaya Tiga Village.
Keywords: contribution, village-owned enterprises, working age population, employment
PENDAHULUAN
Potensi dan luas wilayah yang tidak sama di setiap desa menyebabkan ketimpangan
pembangunan. Pembangunan di Indonesia pada era 1980an hingga awal 2000an masih berfokus di kota
besar, sehingga migrasi selalu meningkat di setiap tahunnya. Migrasi yang meningkat kebanyakan tidak
diimbangi oleh keterampilan yang menunjang demi keberlangsungan hidup di tempat yang baru.
Migrasi yang terjadi tidak hanya berdampak bagi daerah yang dituju, tetapi juga berdampak terhadap
daerah yang ditinggalkan. Dampak tersebut bisa dirasakan besar bagi desa yaitu persediaan tenaga kerja
yang sangat bernilai di pedesaan semakin berkurang (Ompusunggu, 2018).