Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROKOMPLEK Vol. 1, No. 2, pp: 85 - 93 Online https://journal.unram.ac.id/index.php/jima Juli 2022 |E-ISSN 2830-3431| DOI: https://doi.org/10.29303/jima.v1i2.1416 Keakuratan Teknologi Near Infrared Dalam Mengukur Dan Memetakan Bahan Organik Di Pulau Lombok Near Infrared Technology Accuracy In Measuring And Mapping Organic Materials In Lombok Island Hairul Azmi* 1 , Bambang Hari Kusumo 2 , Bustan 1 (Mahasiswa S1, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram, Indonesia; 2 (Dosen Pembimbing, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram, Indonesia. *corresponding author, email: agrohairul@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keakuratan teknologi near infrared (NIRS) dalam mengukur dan memetakan bahan organik di Pulau Lombok. Pengukuran kandungan bahan organik tanah dilakukan dengan metode konvensional (Walkley and Black) dan NIRS pada panjang gelombang 1000-2500 nm menggunakan 130 sampel tanah (kedalaman 0-10 cm) yang mewakili kondisi tanah sawah di lokasi tersebut. Kemudian data yang diperoleh dibuat model Partial Least Square Regression (PLSR) untuk mendapatkan bentuk prediksi kandungan bahan organik tanah. Selanjutnya data hasil (Walkley and Black dan NIRS) digunakan dalam analisis spasial (Interpolasi), dan peta landuse Pulau Lombok untuk mendapatkan pola sebaran bahan organik tanah. Berdasarkan hasil analisis PLSR dengan uji PLSR predict diperoleh nilai kalibrasi yang tergolong baik (R 2 =2,01, RMSE=0,417, dan RPD=0,781). Peta yang dihasilkan dari analisis dengan metode konvensional dan NIRS menunjukkan pola sebaran bahan organik tanah relatif sama. Sehingga teknologi near infrared (NIRS) dapat menjadi pilihan untuk menentukan kandungan bahan organik tanah yang lebih cepat dan efisien. Kata kunci: Organik; Infrared; Pemetaan; Sawah; Lombok ABSTRACT This study was conducted to determine the level of accuracy of near infrared (NIRS) technology in measuring and mapping organic matter on the island of Lombok. Measurement of soil organic matter content was carried out using conventional methods (Walkley and Black) and NIRS at a wavelength of 1000-2500 nm using 130 soil samples (0-10 cm depth) which represented the condition of paddy fields in that location. Then the data obtained was made a Partial Least Square Regression (PLSR) model to get a predictive form of soil organic matter content. Furthermore, the resulting data (Walkley and Black and NIRS) were used in spatial analysis (Interpolation), and landuse maps of Lombok Island to obtain the distribution pattern of soil organic matter. Based on the results of the PLSR analysis with the PLSR predict test, the calibration values were classified as good (R2=2.01, RMSE=0.417, and RPD=0.781). The map generated from the analysis using conventional and NIRS methods shows the distribution pattern of soil organic matter is relatively the same. So that near infrared technology (NIRS) can be an option to determine soil organic matter content more quickly and efficiently. Keywords: Organic; Infrared; Mapping; Rice; Lombok PENDAHULUAN Bahan organik (BO) tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesuburan tanah. BO tanah diketahui mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Dalam memperbaiki sifat fisik tanah, BO tanah dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya simpan tanah dalam memegang air (water holding capacity), (Hanafiah, 2012). Dalam memperbaiki sifat kimia tanah, BO tanah dapat meningkatkan jumlah hara yang dilepas sebagai hasil dekomposisi, meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, sebagai buffer terhadap