Median Volume 11 Nomor 1 Bulan Februari 2019 Doi http://doi.org/md.v11i1.457 Potensi Flindersia pimenteliana F Muel 10 Potensi Flindersia pimenteliana F Muel Di Kabupaten Manokwari Selatan Falen Baransano 1 , Rima H. S Siburian 2 , Rusdi Angrianto 3 1 Universitas Papua 2 Universitas Papua r.siburian@unipa.ac.id 3 Universitas Papua r.angrianto@unipa.ac.id Abstrak Flindersia pimelentiana merupakan salah satu jenis endemik Papua yang saat ini telah masuk dalam status konservasi Endangered (terancam punah) berdasarkan data IUCN. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai potensi tanaman ini di alam, sehingga langkah penyelamatan jenis inipun dapat direncanakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey serta observasi lapang dengan menganalisis vegetasi pada lokasi penelitian untuk mengetahui jumlah individu F. pimentilliana serta nilai kerapatan, frekuensi, dominansi dan INP (Indeks Nilai Penting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi berkayu yang tumbuh bersama F. pimentilliana di hutan Bembab Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan mulai dari fase semai sampai fase pohon ditemukan 223 jenis (spesies) yang merupakan bagian dari 45 famili. Namun potensi Flindersia pimelentiana yang ditemukan sangat sedikit, dimana untuk tingkat semai hanya ditemukan 5 individu, Pancang 2 individu, tiang 1 individu dan pohon 3 individu. Untuk itu perlu dilakukan perlindungan dan pengayaan jenis ini agar tidak punah. Kata kunci : Flindersia Pimelentiana, Potensi, Hutan Bembab. PENDAHULUAN Flindersia pimelentiana merupakan salah satu jenis tumbuhan berkayu yang kurang dikenal jenisnya di Indonesia. Sosef et al 1998 mengatakan bahwa penyebaran jenis ini mulai dari Kepualauan Seram dan Tanimbar, New Guinea, hingga bagian Timur Australia. Hartley (1969) menambahkan, dari empat jenis dalam genus ini salah satu diantaranya termasuk dalam tumbuhan endemik Papua yakni jenis F.pimelentiana F.Muell. Bagian tumbuhan yang sering digunakan dari jenis ini adalah bagian batang tanaman sebagai bahan konstruksi interior, perabot rumah tangga, dan juga sebagai bahan kemenyaan atau dikenal dengan sebutan cendana Papua, karena tumbuhan ini akan mengeluarkan aroma harum apabila dibakar. Masyarakat Papua mengenal tanaman ini dengan sebutan kayu maniani. Mandang et al, 2012 menyatakan bahwa Flindersia sp (jambu jine) telah digunakan oleh manusia pada jaman dulu sebagai pasak dalam pembuatan perahu. Selain itu dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia II, Heyne (1987), menuliskan bahwa kayu jenis Flindersia amboinensis POIR. telah dimanfaatkan masyarakat di daerah maluku sebagai kayu pertukangan maupun tiang karena kemampuannya