Available online at website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika DIALEKTIKA: jurnal bahasa, sastra, dan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 9(1), 2022, 72-85 Naskah diterima: 16 April 2022; direvisi: 21 Mei 2022; disetujui: 12 Juni 2022 DIALEKTIKA| P-ISSN:2407-506X|E-ISSN:2502-5201 This is an open access article under CC-BY license (https://creativecommons.org/licenses/by/4.0) PEMBENTUKAN RASA BERUMAH DAN CULTURAL BELONGING TOKOH IMIGRAN PADA NOVEL TANAH SEBERANG (2018) KARYA KURNIA GUSTI SAWIJI Farah Dibaj dan Suma Riella Rusdiarti FIB, Universitas Indonesia, Indonesia Email: penulis farah.dibaj@ui.ac.id Abstract: This study focuses on the process of immigrant characters in building a sense of home and cultural belonging to their country of origin, Indonesia, in another country, Malaysia, in the novel Tanah Seberang (2018) by Kurnia Gusti Sawiji. So, the theory of Home and Belonging and “in-between” Identity proposed by John McLeod (2000) is used to analyze this matter, while the text narrative is dissected using the narratological theory of Gérard Genette (1983). The results of this study using qualitative-descriptive methods show (1) one novel contains variable focalization which represents the children's point of view, (2) in the process of the characters in building a sense of home and cultural belonging, there is a contestation between Malaysia, other countries, with Indonesia, the country of origin of the immigrants. The contestation of the country of origin, namely Indonesia, and the migrant country, namely Malaysia, shows that Malaysia can provide a good life from a financial perspective, however, the cultural belonging and sense of home of the migrant population in the novel are still embedded in their country of origin, Indonesia. Keywords : home belonging; cultural belonging; immigrants; children's perspective Abstrak: Penelitian ini berfokus pada proses tokoh imigran dalam membangun rasa berumah dan cultural belonging terhadap negara asalnya, Indonesia dan di negara lain, Malaysia, dalam novel Tanah Seberang (2018) karya Kurnia Gusti Sawiji. Maka, teori mengenai Home and Belonging dan “in-between” Identity yang dikemukakan oleh John McLeod (2000) digunakan untuk menganalisis hal tersebut, sedangkan narasi teks dibedah menggunakan teori naratologi Gérard Genette (1983). Hasil dari penelitian yang menggunakan metode kualitatif-desktriptif ini menunjukkan (1) satu novel mengandung fokalisasi bervariasi (variable focalization) yang mewakili sudut pandang anak-anak, (2) dalam proses para tokoh dalam membangun rasa berumah dan cultural belonging, terdapat kontestasi antara Malaysia, negara lain, dengan Indonesia, negara asal dari para imigran. Kontestasi negara asal, yaitu Indonesia, dan negara migran, yaitu Malaysia, memperlihatkan bahwa Malaysia dapat memberikan kehidupan yang baik dari segi finansial, namun, cultural belonging dan rasa berumah penduduk migran pada novel tetap tertanam di negara asalnya, Indonesia. Kata Kunci: rasa berumah; cultural belonging; imigran; perspektif anak-anak Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v9i1.23804