SIGMA: Jurnal Teknik Sipil Prodi Teknik Sipil FATEK UMMAT │e-ISSN 2776-2661 Vol. 1 No. 2 Agustus 2021, Hal. 01-10 1 EVALUASI PENGENDALIAN PELAKSANAAN DAN PENJADWALAN PROYEK PERPIPAAN DI KOTA BIMA Adiman Fariyadin 1 , Titik Wahyuningsih, 2 , Adryan Fitrayudha, 3 1 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, adimansipil@gmail.com 2 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, titiwahyu24@yahoo.com 3 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, adryanfitra1971@gmail.com Diterima: 26-04-2021│Disetujui: 30-08-2021 ABSTRAK Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek mejadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Definisi manajemen proyek adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirya proyek untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu. Hasil analisis pengendalian biaya, waktu dan sumber daya pada proyek perpipaan Kota Bima dengan menggunakan metode Earned Value menunjukkan keterlambatan pekerjaan dari waktu yang direncanakan, namun biaya yang dikeluarkan masih di bawah biaya yang dianggarkan atau dengan kata lain proyek tidak mengalami kerugian. Hasil perkiraan biaya akhir proyek dan perkiraan waktu penyelesaian yang dibutuhkan untuk pekerjaan proyek perpipaan di Kota Bima dibandingkan dengan realisasi pelaksanaan dilapangan adalah proyek dapat diselesaikan dengan waktu pekerjaan 20 minggu atau lebih lambat 42 hari dari waktu yang direncanakan dan 12 hari lebih lambat dari waktu realisasi. Sedangkan biaya lebih rendah Rp. 398,159,830 dari biaya yang dianggarkan. Hasil penjadwalan waktu kerja proyek dengan Repetitive Schedulling Method yaitu proyek dapat diselesaikan pada hari ke-62 atau lebih cepat 16 hari dari waktu yang direncanakan. Kata kunci: pengendalian biaya, penjadwalan, Earned Value, Repetitive Schedulling Method. 1. PENDAHULUAN Pada masa sekarang ini, industri konstruksi merupakan suatu industri ekonomi nasional yang berhubungan dengan persiapan lahan dan pembangunan, percepatan dan perbaikan bangunan, struktur dan properti lain. Atas dasar itu, industri konstruksi merupakan salah satu industri yang paling berkembang diseluruh dunia. Pertumbuhan konstruksi industri sejalan dengan pertumbuhan di suatu negara. Menurut Halpin (1998) yang dikutip oleh Widiasanti & Lenggogeni, sektor-sektor berbeda dari industri konstruksi menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda di seluruh dunia seperti industri konstruksi menyumbangkan nilai yang sangat besar pada pendapatan per kapita dunia, yaitu sekitar 1/10 dari GDP dunia. Industri konstruksi merupakan industri yang potensial dalam penyerapan tenaga kerja yang besar, yaitu sekitar 7% dari seluruh tenaga kerja di dunia. Industri konstruksi menyerap 2/5 dari total penyerapan energi diseluruh dunia yang membuat industri ini menjadi sektor terbesar dalam penyerapan energi. Proyek pemerintah adalah semua kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibiayai dengan APBN/APBD. Bagi pihak pemerintah sendiri, kegiatan-kegiatan ini umumnya tidak berorientasi profit karena hakikatnya ditujukan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas pemerintah, memperlancar dan meningkatkan mutu pelayanan publik, serta untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang telah, sedang dan akan terjadi pada masyarakat. Dengan demikian melalui peran masing-masing, baik pemerintah maupun masyarakat sangat berkepentingan untuk memberikan kontribusi terbaik dalam setiap pelaksanaan pengadaan barang/jasa tersebut.