213 PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI RSU FAJAR SARI REJO MEDAN POLONIA TAHUN 2016 Tiurlan Mariasima Doloksaribu, Marles Siburian ................... Abstrak Demam adalah keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pengatur suhu di hipotalamus, dapat disebabkan karena inflamasi atau peradangan, efek samping obat tertentu, aktifitas fisik yang berlebihan dan berada terlalu lama di lingkungan yang panas. Penanganan demam harus dilakukan sesegera mungkin sehingga perlu bagi ibu untuk memahami penanganan demam. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam penanganan demam pada anak balita (1-5 tahun) di RSU Fajar Sari Rejo Medan Polonia Tahun 2016. Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dengan tekhnik accidental sampling jumlah 39 responden, menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 7 responden yang berumur 36-40 tahun sebanyak 5 responden (71,4%) berpengetahuan baik sedangkan pada kelompok umur 21-25 tahun, dari 8 responden hanya 3 responden (37,5%) yang berpengetahuan baik. Semakin bertambahnya umur seseorang akan terjadi peningkatan pada aspek psikis dan psikologis akibat bertambahnya informasi dan pengalaman, semakin matang dan dewasa. Dari 39 responden sebanyak 6 responden (100%) berpendidikan tinggi dan seluruhnya berpengetahuan baik sedangkan 15 responden yang berpendidikan dasar, hanya 2 responden (13,3%) berpengetahuan baik dan selebihnya (13 responden) berpengetahuan cukup. Seseorang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi biasanya akan mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dari orang yang tingkat pendidikan formalnya lebih rendah. Dari 39 responden sebanyak 8 responden bekerja sebagai Pegawai swasta dan 1 responden bekerja sebagai PNS, seluruhnya berpengetahuan baik sedangkan dari 21 responden yang bekerja sebagai IRT, sebanyak 14 responden (66,7%) berpengetahuan cukup. Pekerjaan seseorang yang lebih berinteraksi dengan orang lain akan lebih banyak menerima informasi berupa pengetahuan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu mempengaruhi pengetahuannya dalam penanganan demam pada balita. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Penanganan Demam Pada Anak Balita PENDAHULUAN Demam adalah keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pengatur suhu di hipotalamus yang dipengaruhi oleh interleukin-1. Batasan suhu normal pada anak tergantung dari cara dan tempat pengukuran suhu. Pada pengukuran di ketiak di atas 37,2 0 C, suhu pengukuran di anus di atas 38 0 C, suhu pengukuran di mulut di atas 37,5 0 C, suhu pengukuran di telinga di atas 38 0 C (Sofwan R, 2010). Anak usia dibawah lima tahun rentan terkena infeksi yang akhirnya menyebabkan demam. Tingginya suhu tubuh juga tidak bisa dijadikan indikasi keparahan penyakit yang diderita anak sebab merupakan reaksi yang terjadi pada tubuh saat melakukan perlawanan terhadap infeksi. Demam dapat turun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari, sehingga tidak selalu membutuhkan pengobatan. Penyebab demam pada anak yaitu inflamasi atau peradangan, efek samping obat tertentu, aktifitas fisik yang berlebihan dan lama berada di lingkungan terlalu panas. Cara penanganan demam pada anak dapat dilakukan dengan memberikan obat antipiretik dengan dosis yang tepat (Sofwan R, 2010). Ada banyak golongan obat antipiretik seperti parasetamol, ibuprofen, aspirin, atau golongan AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid) lainnya (Sofwan R, 2010). Angka kejadian demam di Amerika Serikat tahun 2012 berkisar antara 0,8% sampai 1,2% setiap 1000 bayi per tahun, dari semua kejadian 1,5% per bulan mengalami kejang. Demam meningkat kejadiannya pada bayi kurang bulan dibandingkan bayi cukup bulan (Khosire, 2012). Survei Kesehatan Nasional (2011), menunjukkan angka kesakitan bayi dan balita dikisaran 49,1% (0-1 tahun), dan 54,8% balita (1-4 tahun). Umur 0-4 tahun ditemukan prevalensi demam sebesar 33,4%, batuk 28,7%, nafas cepat 17% dan diare 11,4% (Khosire, 2012). Badan Pusat Statistik (2012), anak demam sebanyak 90.245 anak, tahun (2013) sebanyak 112.511 anak.