Konvergensi Adat dan Syarak dalam Tata Upacara Pernikahan Masyarakat Melayu Jambi Al-Risalah Vol. 17, No. 2, Desember 2017 183 KONVERGENSI ADAT DAN SYARAK DALAM TATA UPACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT MELAYU JAMBI CONVERGENCE BETWEEN ADAT AND SYARAK IN MARRIAGE CEREMONY OF MELAYU JAMBI PEOPLE Bambang Husni Nugroho Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jl. Jambi - Ma. Bulian km. 16 Simp. Sei. Duren Kab. Muaro Jambi, Prov. Jambi bambanghusninugroho@uinjambi.ac.id Abstract: Adat yang besendi syarak, syarak yang besendi kitabullah; syarak mengato, adat memakai is a slogan that Melayu Jambi people believe has become the spirit of their every custom activities. However, the emerging critics of their marriage ceremony have coerced the author to re-examine the slogan’s validity. After the research held, it has prooven that Melayu Jambi marriage ceremony lied on philosophical foundations in it’s every stage and those are being in mutual accord to Quran, Hadith, and Islamic jurisprudence principles. It is seen that Melayu Jambi people have put their best foot forward to be in harmony with those propositions or at least try not to quarreling it. So that could say that Melayu Jambi marriage ceremony is convergent with Islamic values where the foundation lies. Keywords: Marriage Ceremony, Melayu Society, Melayu Jambi, Abstrak: Adat yang besendi syarak, syarak yang besendi kitabullah; syarak mengato, adat memakai adalah sebuah slogan yang dipercaya masyarakat Melayu Jambi menjadi ruh dalam setiap ritual adat mer- eka. Namun kritik yang mengemuka mengenai tata upacara pernikahan mereka membuat penulis merasa perlu meneliti kembali keabsahan slogan tersebut. Setelah dilakukan penelitian, terbukti bahwa tiap tahap tata pernikahan masyarakat Melayu Jambi ternyata memiliki sandaran filosofis adat yang bersesuaian den- gan kaidah-kaidah syarak yang berupa ayat Alquran, hadis dan kaidah fikih. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Melayu Jambi telah berupaya menyesuaikan tata pernikahannya dengan aturan-aturan syarak atau paling tidak berusaha untuk tidak menyelisihinya. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa tata pernikahan masyarakat Melayu Jambi ternyata konvergen dengan nilai-nilai Islam yang memang menjadi motto adat- nya. Kata Kunci: Tata Upacara Pernikahan, Masyarakat Melayu, Melayu Jambi, Al-Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 17, No. 2, Desember 2017 (hlm. 183-200) p-ISSN: 1412-436X e-ISSN: 2540-9522