Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol. 8, No. 2, April 2022 p-ISSN : 2442-9511, e-2656-5862 DOI: 10.36312/jime.v8i2.3250/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME 1541 | Klasifikasi Emosi Tokoh Qais Al-Qarani Dalam Novel Layla Majnun Karya Nizami Al-Ganjavi: Kajian Perspektif David Krech (Imam Hamzah) Klasifikasi Emosi Tokoh Qais Al-Qarani Dalam Novel Layla Majnun Karya Nizami Al-Ganjavi: Kajian Perspektif David Krech Imam Hamzah 1 , Rusdiawan 2 , Johan Mahyudi 3 1,2,3 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Mataram. Article Info ABSTRAK Article history: Accepted: 16 April 2022 Publish: 22 April 2022 Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah klasifikasi emosi tokoh Qais Al-Qarani dalam novel Layla Majnun Karya Nizami Al-Ganjavi berdasarkan kajian perspektif David Krech. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui klasifikasi emosi tokoh Qais Al-Qarani dalam novel Layla Majnun Karya Nizami Al-Ganjavi berdasarkan kajian perspektif David Krech. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi emosi David Krech. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Layla Majnun karya Nizami Al-Ganjavi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terhadap novel Layla Majnun, dapat disimpulkan bahwa tokoh Qais Al-Qarani dalam novel Layla Majnun mempunyai tujuh klasifikasi emosi berdasarkan perspektif David Krech. Hasil analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui berbagai klasifikasi emosi Qais Al-Qarani yang beragam seperti konsep rasa bersalah yang dialami Qais tergambar ketika dirinya menjalin tali cinta yang menurut orang-orang tidak baik sehingga membuatnya berpisah dengan Layla. Rasa bersalah yang dipendam yang dialami oleh Qais terlihat ketika seorang Ibu yang mencoba untuk membujuknya untuk pulang namun Qais tidak memiliki keinginan untuk pulang. Menghukum diri sendiri terlihat ketika Qais menyakiti diri sendiri dengan cara menggeliat di atas duri dan memukuli kepalanya. Hal tersebut ia lakukan untuk menghilangkan ketegangan yang ia rasakan. Rasa malu yang dialami Qais terlihat ketika ia mendapatkan seorang tamu yang datang dari jauh. Orang tersebut bernama Salam. Salam ingin menemani Qais dalam ke Majnunannya namun Qais menolak karena ia merasa ia tidak akan dapat berbagi apa-apa dengan Salam. Ia hanya orang gila yang terkucil. Kesedihan yang dirasakan oleh Qais sendiri yaitu terlihat ketika perpisahannya dengan sang kekasih Layla terjadi. Perpisahan tersebut membuatnya merasakan kesedihan yang luar biasa. Kerinduan akan kekasihnya telah menghantarkan begitu banyak derita, luka, air mata, sakit dan segala bentuk penderitaan serta kemalangan. Rasa benci yang dirasakan oleh Qais terlihat ketika ia pergi meninggalkan kehidupan orang-orang yang berada dekat dengannya dan memilih untuk tinggal di gurun dan berkelana. Ia merasa kalau lingkungannya tidak pernah mengerti dan menerima alasan mengapa ia bertingkah dan bersikap layaknnya orang gila. Rasa cinta yang dialami oleh Qais terlihat ketika ia berdo’a dan meminta kepada Tuhan agar kehidupannya terselaikan dan kematian menjemput dirinya. Hal itu ia lakukan karena kakasih yang sangat ia cintai selama ini telah meninggal dunia Keywords: Emosi, Tokoh, Novel. Article Info Abstract Article history: Diterima: 16 April 2022 Terbit: 22 April 2022 The problem in this research is how to classify the emotions of the character Qais Al-Qarani in the novel Layla Majnun by Nizami Al-Ganjavi based on the study of David Krech's perspective. This study aims to determine the emotional classification of the character Qais Al-Qarani in the novel Layla Majnun by Nizami Al-Ganjavi based on the study of David Krech's perspective. The theory used in this research is David Krech's classification of emotions. This research is qualitative. The data source in this study is the novel Layla Majnun by Nizami Al-Ganjavi. The data collection method used is the library method and documentation. Based on the results of data analysis conducted on the novel Layla Majnun, it can be concluded that the character Qais Al-Qarani in the novel Layla Majnun has seven classifications of emotions based on David Krech's perspective. From the results of data analysis in this study, it can be seen that various classifications of Qais Al- Qarani's emotions are as diverse as the concept of guilt experienced by Qais is illustrated when he makes a love rope which according to people is not good so that he separates from Layla. The pent- up guilt experienced by Qais is seen when a mother tries to persuade him to go home but Qais has no desire to go home. Self-punishment was seen when Qais hurt himself by writhing on a thorn and hitting his head. He did this to relieve the tension he felt. The shame that Qais experienced was seen when he had a guest who came from far away. The person's name is Salam. Salam wanted to accompany Qais to his Majnun but Qais refused because he felt he would not be able to share anything with Salam. He was just an isolated madman. The sadness that was felt by Qais himself was seen when his separation from his lover Layla occurred. The separation made him feel great sadness. Longing for her lover has brought so much suffering, tears, pain, and all forms of suffering and misfortune. The hatred that Qais felt was seen when he left the lives of those who were close to him and chose to live in the desert and wander. He feels that his environment never understands and accepts the reason why he acts like a crazy person. The love experienced by Qais is seen when he prays and asks God to end his life and death picks him up. He did this because the lover he loved so much had died. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: Imam Hamzah Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Mataram. Email: Hamzahimam6@gmail.com