Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Volume 03, Nomor 01, Maret 2020, Hal. 75 - 77 http://journal.unpak.ac.id/index.php/jppguseda e-ISSN: 2623-0232 ; p-ISSN: 2623-0941 - 75 - JPPGuseda is licensed under HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI GURU GUGUS II KECAMATAN CIPAYUNG DEPOK Nur Hikmah a*) a) Universitas Pakuan, Bogor, Indonesia *) e-mail korespondensi : nurhikmahunpak@gmail.com Riwayat Artikel : diterima: 05 Februari 2020; direvisi: 16 Februari 2020; disetujui: 20 Februari 2020 Abstrak. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian korelasi (hubungan) yang terdiri atas satu variabel bebas yaitu Motivasi Kerja (X) dengan satu variabel terikat yaitu Komitmen Terhadap Organisasi (Y). Hipotesis penelitian ini adalah : Terdapat hubungan yang positif antara Motivasi Kerja dengan Komitmen Terhadap Organisasi. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Cipayung Kota Depok Jawa Barat Indonesia. Dari total populasi guru berjumlah 104 orang, maka diambil sebanyak 82 orang guru sebagai total sampel yang dipilih secara acak. Metode pengambilan data penelitian di lapangan menggunakan metode survey sementara itu metode statistik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi, analisis regresi sederhana. Pengukuran hipotesis diambil baik pada taraf signifikansi α = 0,05 maupun pada taraf signifikansi α = 0,01.Berdasarkan dari hasil-hasil perhitungan didapat hasil penelitian yaitu : terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Motivasi Kerja dengan Komitmen terhadap organisasi dengan persamaan regresi yaitu Ŷ = 96,16 + 0,36X, koefisien korelasi (r y ) sebesar 0,411, dan koefisien determinasi (r y 2 ) sebesar 0,169 atau 16,9.Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Motivasi kerja dapat ditingkatkan melalui Komitmen Terhadap Organisasi.. Kata Kunci: motivasi kerja; komitmen terhadap organisasi RELATIONSHIP BETWEEN MOTIVATION WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT Abstract. This research is classified into a correlational research which consists of one independent variable, Motivation (X) with one dependent variable, Organization Commitment (Y). The hypothesis of the research is: There is a positive correlation between motivation and organization commitment. This research was conducted in Cipayung, Depok, West Java, Indonesia. The population of 104 teacher, and randomly selected as sample 82 teachers. The method of collecting research data in the field uses the survey method while the statistical method of data analysis uses correlation analysis techniques, simple regression analysis. Hypothesis measurement is taken both at the significance level α = 0.05 and at the significance level α = 0.01. Based on the calculation results, the research results are obtained: there is a very significant positive relationship between Motivation with organization commitment with the regression equation that is Ŷ = 96.16 + 0.36X, the correlation coefficient (r y ) of 0.411, and the coefficient of determination (r y 2 ) of 0.169 or 16.9. Based on the above calculation results, it can be concluded that motivation can be increased through organization commitment Keywords: motivation; organizational commitment I. PENDAHULUAN Sekolah adalah lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang untuk masyarakat dan sekolah juga merupakan suatu organisasi yang terikat terhadap aturan formal yang memiliki program, target dan sasaran yang jelas. Pendidikan sekolah pada dasarnya adalah pendidikan bagian dari keluarga dimana didalamnya terdapat hubungan yang erat antara guru dan anak didik. Guru sebagai pengganti orang tua saat di sekolah berkewajiban membawa anak didik kearah pendewasaan dalam membentuk kepribadian anak. Oleh karena itu, guru harus memiliki komitmen tehadap sekolah untuk bertanggung jawab kepada sekolah, profesi dan anak didiknya. Komitmen seorang guru dapat mempengaruhi maju mundurnya sekolah. Menurut Wibowo [1], komitmen organisasi adalah kecendurungan merespons pergeseran dramatis pada lingkungan yang bekerja berdasarkan rutinitas organisasi didasari dengan nilai–nilai yang menghubungkan perilaku masa depan. Seorang guru yang mengajar pada jenjang Sekolah dasar tentu harus memiliki pengalaman dan jiwa yang mencintai anak-anak. Metode yang paling tepat dalam mendidik dan mengajar melalui pembiasaan dan keteladanan. Hal ini menjadikan sekolah memerlukan guru yang berpengalaman dan profesional dalam menghadapi berbagai latarbelakang anak secara masing-masing individu. Oleh karena itu, sekolah perlu membangun komitmen guru terhadap sekolah guna menghasilkan anak didik yang berkualitas. Prayitno [2] menyatakan bahwa Komitmen ini didukung oleh faktor : (a) Dedikasi, merupakan wujud tindakan yang didasarkan pada komitmen yang telah diikrarkan (dalam hati), (b) Tanggung Jawab, merupakan tindakan dedikatif yang dilandasi komitmen disertai aspek positif yang sangat penting. Hal senada dengan pandangan Robbins dan Judge [3] bahwa ada tiga dimensi dalam komitmen organisasi diantara: (a) Komitmen afektif, Perasaan emosional untuk organisasi dan keyakinan dalam nilai–nilainya, (b) Komitmen kontinu adalah nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan dalam suatu organisasi bila dibandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut, (c) Komitmen normatif adalah kewajiban untuk bertahan dalam