27 JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI P-ISSN: 1410 9875 Vol. 24, No. 1, June 2022, Hlm. 27-48 E-ISSN: 2656 9124 Akreditasi Sinta3 SK No. 23/E/KPT/2019 http://jurnaltsm.id/index.php/JBA MOTOLIANGO SEBAGAI WUJUD AKUNTANSI DI UPACARA TOLOBALANGO GORONTALO MOHAMAD ANWAR THALIB Institut Agama Islam Negeri, Sultan Amay Gorontalo, Jl. Sultan Amay, Pone, Gorontalo, Indonesia mat@iaingorontalo.ac.id Received: July 16, 2021; Revised: June 2, 2022: Accepted: June 22, 2022 Abstrak: The purpose of this study is to understand accounting practices at the tolobalango ceremony. This research comes from concerns about the adoption, learning, and implementation of accounting which is not from Indonesia. This condition is getting worse with the lack of accounting studies based on national cultural themes. This situation has potential to eliminate accounting practices that are required by the values of local wisdom. Therefore, this research seeks to explore, formulate, and preserve accounting practices that live in the spirit of the nation's wealth values. This study uses an Islamic paradigm with an Islamic ethnomethodology approach. The results of the study find three ways in which the people of Gorontalo practiced accounting; firstly, receiving wages; secondly receive dowry, wedding expenses, and consumption costs; the third record accounting in memory. These are based on the spirit of local wisdom in the form of sincerity (ihilasi), trustship (amana:ti), and trust (paracaya). This spirits are essentially a manifestation of love (motoliango) both among others and also to the Creator (God). Keywords: Cost accounting, tolobalango, gorontalo, islamic ethnomethodology Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami praktik akuntansi di upacara tolobalango. Penelitian ini berangkat dari keresahan tentang pengadopsian, pembelajaran, dan pengimplementasian akuntansi yang bukan berasal dari negara Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan minimnya kajian akuntansi yang mengangkat tema budaya bangsa. Keadaan tersebut berpotensi menghilangkan praktik akuntansi yang syarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Oleh sebab itu, riset ini berupaya untuk menggali, merumuskan, serta melestarikan praktik akuntansi yang hidup dengan semangat nilai kekayaan bangsa. Kajian ini menggunakan paradigma Islam dengan pendekatan etnometodologi Islam. Hasil penelitian menemukan tiga cara masyarakat Gorontalo mempraktikkan akuntansi di upacara tolobalango yaitu; pertama menerima upah; kedua menerima mahar, biaya pernikahan, dan biaya konsumsi; ketiga mencatat akuntansi di ingatan. Ketiga praktik tersebut hidup dengan semangat kearifan lokal berupa keikhlasan (ihilasi), amanah (amana:ti), dan rasa percaya (paracaya). Semangat tersebut hakikatnya merupakan wujud dari kasih sayang (motoliango) baik diantara sesama dan juga kepada Sang Pencipta (Tuhan). Kata Kunci: Akuntansi biaya, tolobalango, gorontalo, etnometodologi islam