105 KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK (Socio Economic Conditions of Communities Around Mount Halimun Salak National Park)* Yelin Adalina 1 , Dodik Ridho Nurrochman 2 , Dudung Darusman 3 dan/and Leti Sundawati 4 1 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165 Bogor, Jawa Barat, Indonesia Telp. 0251-8633234; Fax 0251-8638111 2,3,4,5 Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan-Institut Pertanian Bogor Jalan Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga Po Box 168, Bogor 16680, Jawa Barat, Indonesia Tlp (0251) 8622642 E-mail : yelinadalina@yahoo.com 1 ; dnrochmat@yahoo.com 2 ; dudungdarusman@gmail.com 3 ; leti_sunda@yahoo.com 4 *Diterima : 10 Februari 2014; Direvisi : 16 Maret 2015; Disetujui : 10 Mei 2015 ABSTRACT The management of Mount Halimun Salak National Park (MHSNP) was challenged by environmental issues such as degradation of natural resources, low economy of the communities living around the park, and incre- asing human population in the forest area. Support and participation from the communities to preserve the park will be difficult to achieve without endeavor to increase economy of the local communities and yet maintaining ecological balance. This study aimed to examine the socio economic characteristics of commu- nities around MHSNP to provide recommendation to improve national park management. Research conduct- ed from October 2012 to May 2013 by interviewing 297 respondents from 8 villages that were selected pur- posively. Data were quantitatively and qualitatively analyzed. The results showed that people living in and around MHSNP were relatively homogeneous socially. All respondents were Sundanese-moslems, classified as productive age (88%) with low levels of formal education (86.9%), nevertheless has a good level of health (85.18%). Most of the respondents (87.90%) were indigenous people. The average income was Rp 1.155 mil- lion/month and it was under the regional minimum wage (UMR) of West Java and Banten Province s. Ave- rage contributions of revenues from MHSNP land to total household income was 38.65% (medium catagory) Keywords: Productive age, social status, private land, cultivated land ABSTRAK Pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menghadapi masalah degradasi sumberdaya alam dan lingkungan, rendahnya ekonomi masyarakat dan meningkatnya jumlah penduduk di dalam ka- wasan. Dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian taman nasional sulit terwujud tanpa diimbangi upaya nyata yang dapat mengakomodir kepentingan ekonomi dan ekologi secara seimbang. Pene- litian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik sosial ekonomi masyarakat sekitar TNGHS sebagai bahan masukan dalam pengeloaan taman nasional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2012 sampai dengan Mei 2013 dengan mewawancarai sebanyak 297 responden dari delapan desa yang dipi- lih secara sengaja (purposive sampling). Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang bertempat tinggal di dalam dan di sekitar TNGHS secara sosial relatif homogen. Seluruh responden beragama Islam dengan etnis Sunda, 88% tergolong usia pro- duktif, tingkat pendidikan formal tergolong rendah (86,9%), namun memiliki tingkat kesehatan yang baik (85,18%). Sebagian besar responden (87,9%) adalah penduduk asli. Rata-rata tingkat pendapatan responden sebesar Rp 1.155.000,-/bulan dan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) baik menurut ketentuan Pro- vinsi Jawa Barat maupun Provinsi Banten. Rata-rata kontribusi pendapatan dari lahan TNGHS terhadap total pendapatan rumah tangga responden sebesar 38,65% termasuk kategori sedang Kata kunci: Usia produktif, status sosial, lahan milik, lahan garapan I. PENDAHULUAN Tahun 2003 kawasan Taman Nasio- nal Gunung Halimun (TNGH) diperluas dari ± 40.000 ha menjadi ± 113.357 ha (Departemen Kehutanan, 2003). Secara administrasi pemerintahan, kawasan TNGHS termasuk di dalam wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi