La Geografia Volume 18 Nomor 2 Februari 2020
p-ISSN: 1412-8187 e-ISSN: 2655-1284
email: lageografia@unm.ac.id
Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia
Jasman, 2020, Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Gunung Nona
Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, Indonesia
178
Development Strategy of Mount Nona Tourism Area,
Anggeraja District, Enrekang Regency, Indonesia
Jasman
1
, Masri Ridwan
2
1
PERENCANAAN WILAYAH / UNIVERSITAS HASANUDDIN
2
POLITEKNIK PARWISATA MAKASSAR
Email : jasman270@gmail.com
(Received: Jan 2019; Reviewed: Jan 2020; Accepted: Jun 2020; Published: Jun 2020)
Ini adalah artikel dengan akses terbuka dibawah license CC BY-SA ©2019 oleh penulis
(https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
ABSTRACT
The aim study was to identify the development strategy of the Mount Nona area of
Tanete Village, Anggeraja District, Enrekang Regency, South Sulawesi, Indonesia.
Although it is located in a strategic location that connects Makassar and the
Toraja Destinations, this region faces several challenges, so efforts are needed to
uncover the development of a sustainable tourism industry. The approach used is
qualitative descriptive. Data collection by field survey and Focus Group
Discussion (FGD) with stakeholders. The results showed that the Mount Nona
Region was in quadrant I, which is a rapid growth strategy. Quality improvement
is important, optimizing land use and developing innovative and up-to-date
promotional brands. The strategy used to achieve this is with Ecotourism and the
preparation of tour packages. It is expected that the findings of this study will be
followed up by stakeholders in order to optimize the tourism industry in the Mount
Nona tourism area.
Keywords: Strategy, Tour Packages, Mount Nona
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kawasan
Gunung Nona Kelurahan Tanete Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang,
Sulawesi Selatan, Indonesia. Meskipun berada di lokasi strategis yang
menghubungkan Makassar dan Destinasi Toraja, namun kawasan ini menghadapi
beberapa tantangan, sehingga dibutuhkan upaya mengungkap pengembangan
industri wisata yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan berupa kualitatif-
deskriptif. Pengambilan data dengan survey lapangan dan Focus Group
Discussion (FGD) dengan stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kawasan Gunung Nona berada pada kuadran I yaitu strategi rapid growth
strategy (strategi pertumbuhan cepat). Peningkatan kualitas menjadi hal yang
penting, optimalisasi penggunaan lahan serta penyusunan brand promosi yang
inovatif dan kekinian. Strategi yang digunakan untuk mencapainya dengan
Ekowisata dan penyusunan paket wisata. Diharapkan temuan penelitian ini
ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan guna optimalisasi industri pariwisata
di Kawasan wisata Gunung Nona.