220 HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN DERAJAT KONTROL ASMA ANAK DI POLI ANAK RSD. MARDI WALUYO BLITAR (The Relationship Between Environment Factor With Asthma Control Level in Pediatric Clinic Mardi Waluyo Blitar Hospital) Erni Setiyorini STIKes Patria Husada Blitar e-mail: nerserni@gmail.com Abstract: Asthma bronchiale that occurs in children will have an impact on daily activities. Based on the registers data of childhood asthma in children clinic Mardi Waluyo BlitarHospital January - June 2012 amounted to 114 children , with 57 new cases of asthma children and 57 children an old case that repeated treatment. This suggests that the asthma control level in partially controlled and uncontrolled . The purpose of this study was to analyze relationship between environmental factors with the asthma control level children who went to Pediatric Clinic Mardi Waluyo Blitar Hospital.Method: Research design was cross-sectional , using purposive sampling techniques obtained a sample of 32 respondents. Data collection was conducted in October 2012 using a questionnaire Childhood Asthma Control Test ( C - ACT ) . Descriptive data analysis and statistical analysis using the Spearman Rank test . The results showed that Spearman Rho test with p-value= 0.025 , which means there is a relationship between environmental factors with the level of control of childhood asthma. Discussion:Environmental factors stay near the farm, the family members who smoke , have pets is a precipitating factor of asthma . Exposure to environmental factors can cause a level of uncontrolled asthma. It is expected that health workers can provide education to families and patients on the control of environmental factors to improve the level of asthma control. Keyword: Asthma, asthma control level, environment factor Asma bronkhial merupakan suatu penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan hipersensitifitas bronkus terhadap alergen yang menyebabkan penyempitansaluran napas, reversibel dan spontan (Geddes, 2007). Asma bronkiale dapat terjadi pada semua usia, baik pada anak anak, dewasa maupun lansia. Pada anak-anak asma bronkhial yang terjadi dapat mempengaruhi aktivitas sehari hari. Di Amerika anak berusia 0 17 tahun memiliki prevalensi asma yang tinggi dibandingkan dengan dewasa yaitu 7,7% (Akinbami et.al, 2005). Prevalensi penyakit asma termasuk 5 besar penyebab kematian di dunia, yaitu mencapai 17,4%. Penyakit asma masuk dalam 10 besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia (Kompas, 2008). Dengan angka tersebut memberikan beban biaya yang besar serta angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu penyebab angka kematian pada anak akibat asma karena derajat kontrol asma yang kurang. Pengenalan gejala dini asma dan mengetahui tanda-tanda perburukan dapat memberikan penanganan dini dan menurunkan angka morniditas dan mortalitas. Beberapa studi sebelumnya memperlihatkan bahwa prevalensi asma kontrol yang buruk bervariasi (32% - 64%). Akibat dari asma yang tidak terkontrol ini dapat meningkatkan frekuensi kekambuhan dan keparahan serangan asma. Berdasarkan register pasien asma anak di poli anak RSD. Mardi Waluyo Blitar bulan Januari - Juni 2012 berjumlah 114 anak, dengan kasus baru asma sebanyak 57 anak dan kasus lama yang berobat ulang sebanyak 57 anak. Hal ini menunjukkan bahwa derajat