Jurnal Farmasi Higea, Vol. 13, No. 1, 2021 36 Uji Aktivitas Sitotoksik Fraksi Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) DenganMetode Brine Shrimp Lethality Test Dwi Dinni Aulia Bakhtra 1 * , Anzharni Fajrina 1 , Andre Villano Prasetiadi 1 1 Departemen Biologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM), Padang, Indonesia STIFARM, Padang, Indonesia *E-mail: dinni.nini@gmail.com Abstrak Senyawa sitotoksik merupakan senyawa yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan sel yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik daun pandan ( Pandanus amaryllifolius). Simplisia daun pandan amaryllifolius dimaserasi menggunakan etanol 70% dan difraksinasi menggunakan beberapa pelarut, n-heksana, etil asetat, dan air. Skrining fitokimia dilakukan pada setiap fraksi. Uji aktivitas fraksi dengan variasi konsentrasi menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test. Dari hasil penelitian didapatkan bobot ekstrak etanol 129 g, fraksi berat heksana 6,5 g, fraksi etil asetat 8,8 g, dan fraksi air 15,5 g. Kandungan fitokimia fraksi n- heksana adalah tanin dan fenol. Fraksi etil asetat adalah flavonoid, tanin, fenol, dan steroid, dan fraksi udara adalah saponin, tanin, dan fenol. Hasil skrining aktivitas sitotoksik menunjukkan nilai LC 50 fraksi heksana sebesar 50,35 μg/ml, fraksi etil asetat sebesar 37,1 μg/ml, dan fraksi air sebesar 1033 μg/ml. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling poten dan berpotensi sebagai kemopreventif. Kata kunci: Pandanus amaryllifolius; aktivitas sitotoksik; padan wangi Abstract Cytotoxic compounds are compounds that can kill and inhibit the growth of developing cells. The purpose of the research is to examine the cytotoxic activity of pandan leaves ( Pandanus amaryllifolius). Simplicia leaves of Pandanus amaryllifolius macerated used ethanol 70% and fractionated used several solvents, n-hexane, ethyl acetate, and water. Phytochemical screening was carried out on each fraction. Test the activity of the fractions with varying concentrations using the Brine Shrimp Lethality Test method. From the study results, the weight of the ethanol extract was 129 g, the weight fraction of hexane was 6.5 g, the ethyl acetate fraction was 8.8 g, and the water fraction was 15.5 g. The phytochemical content of the hexane fraction is tannin and phenol. The ethyl acetate fraction is flavonoid, tannin, phenol, and steroid, and the air fraction is saponin, tannin, and phenol. The results of the cytotoxic activity screen showed that the LC 50 value of the hexane fraction was 50.35 μg/ml, the ethyl acetate fraction was 37.1 μg/ml, and the air fraction was 1033 μg/ml. From the study results, ethyl acetate fraction is the most potent and potentially a chemopreventive. Keywords: Pandanus amaryllifolius; cytotoxic activity; pandan wangi PENDAHULUAN Penggunaan obat bersumber dari alam di Indonesia merupakan bagian dari budaya dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sejak berabad-abad yang lalu. Namun demikian, secara umum keamanan dan manfaat atau khasiatnya terhadap kesehatan belum sepenuhnya didukung oleh hasil penelitian yang memadai. Mengingat hal tersebut dan menyadari bahwa Indonesia sebagai mega centre tanaman obat, maka perlu adanya suatu standar bahan-bahan tersebut untuk digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan demi mencapai derajat kesehatan yang optimal (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2017). Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional adalah pandan wangi, yang berkhasiat untuk lemah saraf, tidak nafsu makan, rematik, pegal linu, serta tekanan darah tinggi. Kandungan kimia daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) adalah alkaloida, saponin, flavonoid, tanin, polifenol, dan zat warna (Hariana, 2013).