Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan | Maret 2017| Volume 11 Nomor 1 | Hal. 55 - 62 55 MODEL PENYEBARAN PENYAKIT MENINGITIS PADA MUSIM HAJI DI MADINAH DAN MEKKAH Norisca Lewaherilla 1,2 , Fransiska A. A. P. Maitimu 2 , Cukri Rahmi Niani 3 1 Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura 2 Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Pattimura 3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Teuku Umar e-mail: lewaherillanorisca@gmail.com, cicamaitimu25@gmail.com Abstrak Kegiatan haji dan umrah tahunan di Arab Saudi sangat berisiko terjadinya penyebaran bakteri gram negatif Neisseria meningitidis, yang mengakibatkan penyakit meningitis. Bakteri bisa saja terbawa oleh orang-orang yang berasal dari negara endemik maupun epidemik meningitis, dan ditularkan melalui interaksi dari kumpulan orang yang bersama-sama melakukan ibadah haji maupun umrah. Model penyebaran penyakit ini dilakukan dengan membandingkan kasus sebelum dan sesudah aturan vaksinasi dilakukan pada dua periode untuk jamaah dari negara kecil dan negara besar. Periode pertama adalah saat jamaah haji masih berada di Madinah, sedangkan periode kedua saat jamaah haji melakukan aktifitas bersama di Mekkah dan kembali ke Madinah menanti kepulangan. Hasil simulasi data menunjukkan bahwa banyak atau sedikitnya jamaah yang terinfeksi sangat mempengaruhi kecepatan laju penyebaran meningitis yang tertular melalui kontak langsung. Kata Kunci: Aturan vaksinasi, haji, meningitis, model penyebaran TRANSMISSION MODEL OF MENINGITIS DISEASE IN HAJJ SEASON IN MEDINA AND MECCA Abstract The annual Hajj and Umrah activity in Saudi Arabia is very risky for the spread of Neisseria meningitidis gram negative bacteria, resulting meningitis. Bacteria may be carried by people from both endemic and epidemic countries of meningitis, and is transmitted through the interaction of a group of people who together perform the pilgrimage or umrah. The model of the spread of the disease is done by comparing cases before and after the vaccination rule is done in two periods for pilgrims from small countries and large countries. The first period is when pilgrims are still in Madinah, while the second period when pilgrims perform joint activities in Mecca and return to Madina awaits return. The results of data simulation show that many or at least infected pilgrims strongly influence the rate of spread of meningitis that is transmitted through direct contact. Keywords: dispersion model, hajj, meningitis, vaccination rule. 1. Pendahuluan Perjalanan haji adalah perjalanan yang dilakukan oleh umat muslim ke Arab Saudi yaitu ke Mekkah- Madinah untuk melakukan ibadah haji. Sekitar 2 juta umat muslim di dunia melakukan ibadah secara serentak yaitu pada bulan Zulhijjah. Hal ini yang menyebabkan penyakit meningitis sangat mudah terjangkit pada para jamaah haji. Pada tahun 1987 dan 2000 terjadi kejadian luar biasa meningitis meningikokus yang menimpa para jamaah haji di Arab Saudi, yang merupakan negara epidemis terjadinya penyakit meningitis. Pada tahun 1987, terdapat sekitar 99 kasus meningitis meningokokus yang menimpa jamaah haji Indonesia dan 40 diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu, Kementrian kesehatan Kerajaan Arab Saudi, sejak tahun 2002 telah mewajibkan negara-negara yang mengirimkan jamaah haji untuk memberikan vaksinasi meningitis sebagai syarat pokok pemberian visa haji dan umrah dalam upaya pencegahan penularan meningitis. Tindakan pencegahan penyakit meningitis pada kegiatan haji dan umrah saat ini tidak serta merta