TATA LOKA
VOLUME 23 NOMOR 3, AGUSTUS 2021, 438-451
© 2021 BIRO PENERBIT PLANOLOGI UNDIP
P ISSN 0852-7458- E ISSN 2356-0266
DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.23.3.438-451
Artikel terpilih dari Seminar Nasional Daring ASPI (Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia) 2020
T A T A
L O K A
Tingkat Walkability dan Kepuasan Pejalan Kaki di
Kawasan Pendidikan Jatinangor dan Kawasan
Perdagangan Sudirman
Level of Walkability and Pedestrian Satisfaction in The Jatinangor
Educational Areas and The Sudirman Commercial Areas
Vitalani Rahmatiani
1
, Byna Kameswara
1
Diterima: 9 Februari 2021 Disetujui: 23 Fenruari 2021
Abstrak: Walkability merupakan kondisi suatu kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki.
Untuk mengetahui perbandingan kondisi jalur pejalan kaki dipilih 2 (dua) kawasan dengan
guna lahan yang berbeda namun memiliki persamaan karakteristik yaitu pejalan kaki yang
tinggi dan permasalahan terkait walkability yang belum teratasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasikan perbedaan kedua kawasan penelitian dan tingkat kepuasan
pengguna jalur pejalan kaki menggunakan Global Walkability Index. Kawasan Pendidikan
Jatinangor memiliki nilai 45,5 yang berarti not walkable, sedangkan Kawasan Perdagangan
Sudirman memiliki nilai 60,0 yang berarti waiting to walk. Pejalan kaki menunjukan
ketidakpuasannya berjalan kaki di Kawasan Pendidikan Jatinangor dan pejalan kaki
menunujukan kepuasannya di Kawasan Perdagangan Sudirman. Hal ini mengindikasikan
bahwa Kawasan Perdagangan Sudirman lebih walkable dibandingkan Kawasan Pendidikan
Jatinangor. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi arahan pengembangan kemampuan
lingkungan binaan agar tercapai kawasan yang walkable.
Kata kunci: Global Walkability Index, tingkat kepuasan, kawasan pendidikan, kawasan
perdagangan dan jasa.
Abstract: Walkability is a condition in an area that is friendly to pedestrians. To find out the
comparison of the conditions of the pedestrian path, 2 (two) areas with different land uses but having
the same characteristics are high pedestrians and problems related to walkability that have not been
resolved. This study aims to identify the differences between the two research areas and the level of
satisfaction of pedestrian users using the Global Walkability Index. The Jatinangor Education Area
has a value of 45.5 which means not walkable, while the Sudirman Commercial Area has a value of
60.0 which means waiting to walk. Pedestrians show their dissatisfaction walking in the Jatinangor
Education Area and pedestrians show their satisfaction in the Sudirman Commercial Area. This
indicates that the Sudirman Commercial Area is more walkable than the Jatinangor Education Area.
The results of the research are expected to serve as a direction for the development of the built
environment's capacity to achieve a walkable area
Keywords: Global Walkability Index, level of satisfaction, educational areas, commercial areas.
1
Jurursan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITENAS Bandung
Korespondensi: vitalani@itenas.ac.id