445 MORALISASI ELOKKELONG DALAM SASTRA BUGIS (The Moralization of “Elokkelong” in Buginese Literature) Besse Darmawati dan Zainuddin Hakim Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat Jalan Sultan Alauddin Km 7 /Tala Salapang, Makassar Telepon (0411) 882401, Faksimile (0411) 882403 Pos-el: darmawatibesse@yahoo.com dan zainhakim10@yahoo.com Diterima: 24 Juli 2014; Direvisi: 4 September 2014; Disetujui: 7 Oktober 2014 Abstract The moralization of “elokkelong” in Buginese literature expresses life guidance for Buginese society in running life. This research aims to describe the moralization of “elokkelong” in Buginese literature. In relation to the aim, the writer applies descriptive analysis method through moral approach and also applies reading- listening technique and content analysis. The data is a number of “elokkelong” in Buginese literature. The “elokkelong” was documented by Balai Penelitian Bahasa, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan at Ujung Pandang in 1995. The result of the analysis shows that the moralization of “elokkelong” in Buginese literature involves life guidances for Buginese society, such as: (1) holding high the trust given, (2) leading in wise and responsible way, (3) being loyal in human relationship, (4) being frm in encouraging togetherness, (5) considering well before making decision, (6) being honest, and (7) struggling for the desire. Keywords: moralization, elokkelong (song), Buginese literature Abstrak Moralisasi elokkelong pada sastra Bugis melahirkan pedoman hidup bagi masyarakat Bugis dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan moralisasi elokkelong dalam sastra Bugis. Berkenaan dengan tujuan tersebut, penulis menerapkan metode penelitian deskriptif analisis melalui pendekatan moral serta teknik penelitian baca-simak dan analisis konten. Data penelitian berupa sejumlah elokkelong dalam Sastra Bugis. Elokkelong tersebut telah dibukukan oleh Balai Penelitian Bahasa, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Ujung Pandang pada tahun 1995. Hasil analisis menunjukkan bahwa moralisasi elokkelong pada sastra Bugis mencakup beberapa hal yang berkenaan dengan pedoman hidup masyarakat Bugis, antara lain: (1) menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan, (2) memimpin secara bijaksana dan bertanggung jawab, (3) setia dalam menjalin hubungan antarsesama manusia, (4) teguh dalam memupuk kebersamaan, (5) mempertimbangan dengan baik sebelum memutuskan, (6) bersikap jujur dan (7) berjuang demi cita-cita. Kata kunci: moralisasi, elokkelong, sastra Bugis SAWERIGADING Volume 20 No. 3, Desember 2014 Halaman 445—453 PENDAHULUAN Perkembangan peradaban masyarakat Indonesia yang pesat dari zaman ke zaman menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara yang berbudaya. Seiring dengan perkembangan tersebut, masyarakat Indonesia ditantang dengan fenomena sosial bahwa peradaban masa lalu menyimpan sejuta budaya yang mengharumkan nama baik bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia dituntut untuk menjunjung tinggi nilai dan budaya bangsa Indonesia yang berbasis ilmu