7 Priandini et al. / Comm. Horticulturae Journal 2(3):7-15 Oktober 2018 IISSN : 2580-2100 e-ISSN : 2580-6327 Tersedia daring http://horticulturae.ipb.ac.id Comm. Hort. J, Oktober 2018, 2(3):7-15 DOI : http://dx.doi.org/10.29244/chj.2.3.7-15 Pengembangan Metode Pengusangan Cepat Fisik Benih Pepaya (Carica papaya L.) Physicall Accelerated Aging Method Development in Papaya (Carica papaya L.) Seed Dyah Priandini 1 , Muhamad Rahmad Suhartanto 1,2* , dan Abdul Qadir 1 1 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University), Jalan Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia. 2 Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Indonesia Diterima 4 Oktober 2018/Disetujui 22 Oktober 2018 ABSTRACT Development of papaya fruit production is infuenced by the availability of seed quality. High seed quality is maintained during seed storage. Estimation of vigor in relation to storability can be detected by accelerated aging test. This research aims to develop physicall accelerated aging test by, 1) determine the impact of physical accelerated aging on vigor and viability parameters on papaya seed variety Callina and Sukma, 2) determine the levels of seed moisture content and efective period of physicall accelerated aging to predict vigor of papaya seed. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Green House Leuwikopo, Department of Agronomy and Horticulture, IPB in January-May 2016 using a randomized complete block design with three replications. Seeds aged by the aging equipment MPC IPB 77-1 MMM. The results showed that the aging time decreased germination value in papaya seed variety Callina and Sukma with equation y=-0.1389x 3 +3.3333x 2 –25.25x+81.5 and y=0.0171x 3 +0.2028x 2 -9.9956x+81.095. Efective imbibition was 96 hour with moisture content 63-70% in both varieties. The efective of aging time treatment at 0x4, 1x4, 2x4, 3x4, dan 4x4 minutes. Keywords:imbibition, moisture content, viability, vigor ABSTRAK Pengembangan produksi buah pepaya salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan benih bermutu. Mutu benih dipertahankan tinggi selama proses penyimpanan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pendugaan vigor daya simpan yaitu pengusangan cepat (accelerated aging). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengusangan cepat fsik dengan, 1) mengetahui dampak pengusangan cepat fsik terhadap parameter vigor dan viabilitas benih pepaya varietas Callina dan Sukma, 2) mengetahui waktu pelembaban dan waktu pengusangan efektif untuk menduga penurunan vigor benih pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Rumah Kaca, Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Januari – Mei 2016. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Benih diusangkan pada MPC (Mesin Pengusangan Cepat) IPB 77-1 MMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusangan menurunkan daya berkecambah benih pepaya varietas Callina dan Sukma dengan persamaan y=-0.1389x 3 +3.3333x 2 –25.25x+81.5 dan y=0.0171x 3 +0.2028x 2 –9.9956x+81.095. Waktu pelembaban optimum untuk benih pepaya varietas Callina dan Sukma adalah 96 jam dengan kadar air 63-70%. Pengusangan fsik benih pepaya efektif dilaksanakan pada waktu 0x4, 1x4, 2x4, 3x4, dan 4x4 menit. Kata kunci: kadar air, pelembaban, viabilitas, vigor PENDAHULUAN Pengembangan agribisnis pepaya merupakan usaha yang potensial. Konsumsi rumah tangga komoditas pepaya mengalami peningkatan pada tahun 2014 sebesar 2.086 kg/ kapita/tahun yang sebelumnya sebesar 1.825 kg/kapita/tahun di tahun 2013 (Kementan, 2015). Tingginya permintaan buah pepaya perlu diimbangi dengan peningkatan produksi buah pepaya. Produksi buah pepaya di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 840,119 ton. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2013 yaitu sebesar 871,275 ton (BPS, 2015). Pengembangan produksi buah pepaya salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan benih. Ketersediaan benih yang bermutu masih menjadi hambatan dalam pengembangan produksi buah pepaya (Balitbu, 2011). * Penulis untuk korespondensi. e-mail: tantosuhartanto63@gmail. com