7 JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Volume 2 Nomor 2 April 2021. http://www.sep.ejournal.unri.ac.id E-ISSN: 2723-679X | P-ISSN: 2541-0865 Perbandingan Pendapatan Pemilik Keramba Jaring Apung (KJA) Ikan Nila dan Ikan Mas Skala Kecil di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Winda Harefa 1 *, Hendrik 1 , Darwis 1 1 Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau Kota Pekanbaru, Provinsi Riau *Email: windahaefa@gmail.com Diterima: 16 Februari 2021 Diterbitkan: 14 April 2021 Abstract. The research was carried out in November-December 2019 in Haranggaol Village, Haranggaol Horison District, Simalungun Regency, North Sumatra Province. The purpose of the study was to determine the amount of investment, income and profit, as well as to analyze the comparison of investment feasibility with investment criteria such as RCR, PPC, and FRR for small-scale Tilapia and Goldfish KJA businesses. The method used in this study is a survey method. The results of the study showed that a KJA business with 4 bags for Tilapia required an investment of Rp. 167,616,000 while the Goldfish is Rp.139,616,000. The income for one harvest for the Tilapia KJA business is Rp. 35,943,125 and for the Goldfish KJA Rp. 24,863,125. Based on the investment criteria for the Tilapia KJA, the RCR value was 1.2, the PPC was 2.35 years and the FRR was 42%, and the Carp KJA had an RCR value of 1.25%, PPC was 2.8 years, and an FRR was 36%. Keywords: Lake Toba, KJA, Investment, income, business feasibility Abstrak. Penelitian dilaksanakan pada November- Desember 2019 di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya investasi, pendapatan dan keuntungan, serta menganalisis perbandingan kelayakan investasi dengan kriteria investasi seperti RCR, PPC, dan FRR usaha KJA Ikan Nila dan Ikan Mas skala kecil. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukkan usaha KJA dengan 4 kantong untuk Ikan Nila diperlukan investasi sebesar Rp. 167.616.000 sedangkan Ikan Mas sebesar Rp.139.616.000. Pendapatan sekali panen untuk usaha KJA Ikan Nila sebesar Rp. 35.943.125 dan untuk KJA Ikan Mas sebesar Rp. 24.863.125. Berdasarkan kriteria invetasi KJA Ikan Nila didapatkan nilai RCR 1,2, PPC 2,35 tahun dan FRR 42% , dan KJA Ikan Mas didapatkan nilai RCR 1,25%,, PPC 2,8 tahun, dan FRR 36%. Kata Kunci: Danau Toba, KJA, Investasi, pendapatan, kelayakan usaha. Pendahuluan. Kelurahan Haranggaol merupakan sentra KJA di Sumatera Utara karena di kelurahan ini terdapat ribuan keramba jaring apung. Pada tahun 2019 tercatat jumlah pembudidaya KJA yaitu 335 pembudidaya adapun jumlah kantong keramba jaring apung yang dimiliki oleh pembudidaya yaitu 2 -120 kantong keramba dengan total keramba sebanyak