Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya Indonesia https://journal.unpak.ac.id/index.php/salaka 55 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021, hlm. 55—59 E- ISSN : 2684-821X PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS IX DI SMP SWASTA HKBP SIDIKALANG MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Ade Friska Situmorang 1) , Yanti Hutasoit 2) , Sartika Sari 3*) 1,2,3) Universitas Prima Indonesia *) Surel Korespondensi: sartikasari@unprimdn.ac.id kronologi naskah: diterima 5 Agustus 2021, direvisi 29 Agustus 2021, diputuskan 24 September 2021 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerita pendek dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian tindakan kelas (PTK), yang menggunakan model penelitian Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam pengamatan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa penyebab ketidakberhasilan siswa dalam menulis cerita pendek adalah pertama, motivasi belajar siswa yang sangat rendah. Kedua, kurangnya perhatian siswa pada saat guru mengajar. Ketiga, guru hanya menjelaskan teknis menulis cerpen yang tepat tanpa adanya sentuhan langsung dari lingkungan sekitar maupun kehidupan sosial. Pendekatan pembelajaran kontekstual dilaksanakan melalui pertanyaan, bertanya, dan diskusi. Kata Kunci: keterampilan menulis; pendekatan kontekstual. ABSTRACT This study aims to determine the increase students' knowledge in writing short stories using a contextual approach. This research was conducted by classroom action research (CAR), which uses the Kemmis and Taggart research model which consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The causes of the failure of students in writing short stories are first, the lack of students' learning motivation which is very low. Second, the lack of student attention when the teacher teaches. Third, the teacher only explains the technicalities of writing the right short story without any direct touch from the surrounding environment or social life. The contextual learning approach is implemented through questions, questions, and discussions. Keywords: writing skills; contextual approach. 1. PENDAHULUAN Menulis adalah kegiatan menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran. Dalam buku Keterampilan Menulis, karya Dr. H. Dalman, M.Pd, cetakan ke-4, menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Menurut Zulela, (2014), "Kemampuan menulis hakikatnya adalah mengembangkan keterampilan menulis kreatif. Dikatakan demikian karena yang akan dijadikan fokus dalam penelitian ini adalah menulis cerita (narasi), yakni cerita narasi atau yang lebih populer dengan sebutan fiksi (cerita rekaan). Jenis cerita fiksi dapat dikembangkan berdasarkan dua sumber, yaitu imajinasi dan fakta". Proses menulis melibatkan banyak aspek. Dalam proses itu, penulis akan mengembangkan sebuah kata menjadi kalimat, kalimat menjadi sebuah paragraf, lalu menjadi bab yang dapat dipahami. Banyak orang mempunyai ide bagus yang timbul di pikiran saat membaca ataupun sedang mengamati sesuatu, tetapi belum tentu bisa mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang menarik dan tidak membosankan. Di sinilah proses berpikir sangat berperan dalam mengembangkan sebuah ide. Dalam hal