Vol. 5, Nomor 1, Januari-Juni 2020 ISSN: 2527-8096 (p); 2527-810x (e) LP2M IAIN Surakarta Feminisme dan Anti-Feminisme: Bias Teologi Gender yang Di (salah) Pahami Alfina Hidayah Institut Agama Islam Negeri Surakarta Abstract Feminism is a movement that was born and developed in the West until now it has been adopted by other developing countries, especially the Middle East and other Muslim-majority countries, resulting in various responses both who supported and against.The focus of this research is the development of feminism and muslim feminist, women in theology, theology of misogyny in holy verses, feminism and anti-feminism. The research method used is library research, therefore the data collected is representative library data wheras relevant to the object of research. So it can be concluded that both feminism and anti-feminism are not guaranteed to eradicate injustice, because basically men and women are not to be clashed and contested. But the real war is between justice and injustice, not men and women. So what needs to be fought is to call for goodness and prevent evil, not only for women but also for men who are oppressed even by women. Abstrak Feminisme merupakan gerakan yang lahir dan berkembang di Barat. Saat ini ideologi ini telah diadopsi oleh sebagian kalangan di negara-negara berkembang lainnya khususnya Timur Tengah dan negara mayoritas Muslim lain, hingga menimbulkan berbagai respons baik yang pro maupun kontra. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji feminisme dan perkembangannya, perempuan dalam teologi, teologi misogini dalam ayat suci serta pro dan kontra feminisme. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan (library research), oleh karenanya data-data yang dihimpun adalah data kepustakaan yang representatif dan relevan dengan objek penelitian. Sehingga disimpulkan bahwa baik feminisme juga anti feminisme keduanya bukanlah jaminan menghapus ketidak-adilan, karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan tidak untuk dibenturkan dan dipertandingkan. Tetapi peperangan sesungguhnya adalah antara keadilan dan kedzaliman, bukan laki-laki dan perempuan. Sehingga yang perlu diperjuangkan adalah menyeru pada kebaikan dan mencegah kemunkaran, bukan hanya bagi kaum perempuan tetapi juga laki-laki yang tertindas sekalipun oleh perempuan. Keywords: feminism, anti-feminism, theology Coressponding author Email: alfinahidayahmalik@gmail.com