PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI RUMAH TANGGA RAKET TENIS MEJA Tri Yulistyawati Evelina 1) , Shinta Maharani Trievena 2) , Ahmad Fauzi 3) Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Malang Email: trievelina@gmail.com, shitamaharanitrievena@yahoo.co.id, fauzipoltek@gmail.com, Abstrak Industri Rumah Tangga Raket Tenis Meja Kota Malang merupakan kumpulan anggota rumah tangga, yang tugas utamanya sebagai istri adalah mengelola semua pendapatan/penerimaan baik penerimaan rutin maupun tidak rutin dan pengeluaran rutin maupun pengeluaran tidak rutin sehari-hari untuk keperluan keluarganya. Masalah anggota Industri Rumah Tangga Raket Tenis Meja adanya pos-pos yang over budget sehingga terjadi defisit keuangan pada akhir bulan atau adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Kondisi diatas seharusnya dapat dihindari apabila dalam pengelolaan dana keluarga dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Salah satu yang diusulkan kepada anggota adalah Pelatihan Manajemen Pemasaran . Permasalahan yang ditemukan a) Kurangnya pemahaman pentingnya Manajemen Pemasaran , b) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam Manajemen Pemasaran dalam merencanakan dan mencapai sasaran keuangan. Solusi yang ditawarkan adalah a) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan Manajemen Pemasaran , b) Pelatihan Manajemen Pemasaran .Kontribusi mendasar pada mitra adalah a) Penyuluhan pentingnya Manajemen Pemasaran , b) Sharing dan diskusi pengalaman dalam Manajemen Pemasaran , c) Pelatihan Manajemen Pemasaran Berbasis Online, Kata Kunci : Manajemen Pemasaran, Industri kecil, Pelatihan Pemasaran Abstract Home Industry Malang City Table Tennis Racket is a collection of household members, whose main task as a wife is to manage all income / revenues, both routine and non-routine receipts and routine and non- routine expenses for family needs. The problem of members of the Table Tennis Racket Household Industry is that there are over-budget posts, resulting in a financial deficit at the end of the month or an unmet need. The above conditions should be avoided if the management of family funds is carried out with proper planning. One that is proposed to members is Marketing Management Training.Problems found a) Lack of understanding the importance of Marketing Management, b) Lack of knowledge and skills in Marketing Management in planning and achieving financial goals. The solutions offered are a) Improvement of Marketing Management knowledge and skills, b) Marketing Management Training. Fundamental contributions to partners are a) Extension of the importance of Marketing Management, b) Sharing and discussion of experience in Marketing Management, c) Online Marketing Management Training, Keywords: Marketing Management, Small Industry, Marketing Training PENDAHULUAN Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) sebanyak 26,71 juta usaha atau perusahaan. Bila dibedakan menurut skala usaha sebanyak 26,26 juta perusahaan atau 98,33% berskala Usaha Menengah Kecil UMK dan 0,45 juta perusahaan atau 1,67% berskala usaha Menengah Besar (UMB). Perkembangan usaha tersebut dari tahun ke tahun meningkat. Menurut Sensus Ekonomi 2006 (SE2006) jumlah usaha/perusahaan meningkat 17,51% dari 22,73 juta menjadi 26,71 juta di tahun 2016 (https://economy.okezone.com, 2017). Artinya, ada 3,98 juta perusahaan baru dalam 10 tahun terakhir, jumlah perusahaannya banyak, tapi kecil-kecil. Usaha-usaha kecil tersebut salah satunya adalah industri rumah tangga. Industri rumah tangga (home industry) ___________________________________________________________________________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________________________________________________________________________ Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1, Desember 2019 7