Pros. Seminar Pend. IPA Pascasarjana UM Vol. 2, 2017, ISBN: 978-602-9286-22-9 196 Rekonstruksi Bahan Ajar Multimedia Interaktif pada Mata Kuliah Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik terhadap Penguasaan Konsep Peserta Didik Ino Angga Putra 1* , Eko Sujarwanto 1 1 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah *E-mail: angga.putra2346@yahoo.co.id Abstrak: Salah satu aplikasi TIK di dalam pendidikan adalah sebagai media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains) dan hasil pembelajaran (pemahaman konsep). Tujuan penelitian ini yaitu a) untuk mengetahui desain bahan ajar multimedia intertaktif, b) untuk mengetahui pengaruh bahan ajar multimedia interaktif terhadap penguasaan konsep peserta didik, dan c) untuk mengetahui pengaruh bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan ( Research & Development) dengan menggunakan metode 4D (Define, Design, Develop, & Disseminate). Hasil pengembangan (produk) divalidasi melalui lembar keterbacaan produk oleh peserta didik dan lembar validasi oleh para validator. Hasil validasi produk penelitian ini sebesar 3,53 atau dalam kategori Layak untuk digunakan/diterapkan. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Diharapkan produk pengembangan ini dapat diimplementasikan secara luas dan juga dapat dikembangkan lebih inovatif. Kata kunci: Multimedia Interaktif, Flip Book, Pendekatan Behavioristik, Alat Ukur dan Pengukuran Perkembangan zaman yang semakin cepat berdampak pada perubahan-perubahan di berbagai bidang. Salah satu bidang yang sangat terpengaruh dampaknya yaitu bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK). Pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan pembelajaran berdampak terhadap proses dan prestasi belajar peserta didik. Pembelajaran dengan komputer dapat merubah suasana kelas menjadi interaktif dan komunikatif (Resta & Laferriere, 2007). Selain itu, fasilitas internet dapat menjadi sumber belajar, informasi, dan referensi belajar bagi peserta didik (Lavonen, 2005), serta tidak ada batasan dalam mengaksesnya (Tasri, 2011). Hal tersebut juga ditekankan oleh Husni, dkk. (2010) dan Demirci (2007) bahwa penggunaan komputer dan internet di dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Berdasarkan kenyataan di lapangan diketahui bahwa kurangya bahan ajar yang mencakup alat ukur dan pengukuran khususnya pada Fisika. Bahan ajar atau buku yang sudah ada hanya secara sekilas dan tidak detail dalam penjelasan alat ukur dan bagaimana pengukurannya. Penyampaian isi di dalam bahan ajar tersebut belum terstruktur dengan baik dan kemasannya kurang menarik. Selain itu, materi ini menuntut peserta didik untuk aktif dalam belajar, yaitu kegiatan praktikum karena lebih mengacu pada pengoperasian alat ukur dan cara pengukurannya. Hal ini yang akan membuat pembelajaran tidak efektif, interaktif, dan komunikatif. Oleh karena itu, diperlukan suatu desain bahan ajar yang baik untuk membantu peserta didik dalam menguasai konsep alat ukur dan pengukuran. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang