22 STUDI TERKAIT DENGAN DEWAN KOMISARIS DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP ASIMETRI INFORMASI Albert Joye Mauriczon Tampubolon Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Advent Indonesia Email: albertjoye25@gmail.com Phone:082281654054 Hisar Pangaribuan Fakultas Ekonomi, Universitas Advent Indonesia, Bandung Email: pangabhsr@gmail.com Abstract: This study aims to determine the effect of independent board of commissioner on financial report quality, to find out the effect of size of board commissioner on financial report quality, to find out the effect of financial report quality on asymmetry information, to find out the effect of financial report quality as a intervening variable for independent board of commissioner and asymmetry information, and to find out the effect of financial report quality as intervening variable for size of board of commissioner and asymmetry information. This study used partial least square/ variance based statistic method. The result from this study found out that Board of Commissioner can’t directly impact on financial report quality. Excellent financial reporting as well as high quality of financial report raised the quality and relevancy of information to users, further reduced asymmetry information. The other result implied to future study need to involve the audit committee as intervening variable on financial report quality. Keywoard: board, financial report quality, asymmetry information. PENDAHULUAN Latar Belakang dan Identifikasi Masalah Perbankan telah berkembang menjadi salah satu sektor industri yang memiliki peranan penting dalam menjadi sumber pembiayaan perusahaan-perusahaan melaksanakan kebijakan pemerintah, serta turut dalam membangun pertumbuhan ekonomi. Perkembangan pesat pada sektor perbankan dan peranan besar yang dimiliki menimbulkan kemungkinan timbulnya masalah keagenan yaitu perbedaan kepentingan antara agen (manajemen) dan prinsipal (pemegang saham). Keadaan ini mengakibatkan timbulnya kondisi yang disebut dengan asimetri informasi, Van & Maharaj (2010) mendefinisikan konflik asimetris merupakan keadaan dimana salah satu pihak jauh lebih unggul atas suatu aspek dari pihak yang lainnya.