114 JF FIK UINAM Vol.4 No.3 2016 EFEK ANTIMIKROBA SEDIAAN SALEP KULIT BERBAHAN AKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BELIMBINGTERHADAP BAKTERI PATOGEN PENGINFEKSI LUKA BAKAR Syamsuri Syakri, Karlina Amir Tahir Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ABSTRAK Telah dilakukan penelitian efek sediaan salep kulit berbahan aktif ekstrak etil asetat daun belimbing terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar.Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi efektif antimikroba ekstrak etil asetat dalam sediaan salep kulit terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar. Bahan uji diperoleh dengan fraksinasi ekstrak metanol daun belimbing, selanjutnya formulasikan ke dalam basis salep, diuji aktivitasnya untuk menentukan konsentrasi efektif. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi efektif sediaan salep kulit dengan bahan aktif ekstrak etil asetat daun belimbing adalah 4 % untuk bakteri gram positif: B. subtilis dan S. aureus, dankonsentrasi 2% untuk bakteri gram negatif: P. aeruginosa dan Str. Mutans. Kata kunci : Daun Belimbing, Formulasi, Antimikroba, B. subtilis, S. aureus, P.aeruginosa, Str. mutans. PENDAHULUAN Salah satu sediaan farmasi yang dapat memudahkan dalam penggunaannya ialah sediaan salep, dipilih sediaan salep karena merupakan sediaan dengan konsistensi yang cocok untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Salep terdiri dari bahan obat yang terlarut ataupun terdispersi di dalam basis atau basis salep sebagai pembawa zat aktif. Basis salep yang digunakan dalam sebuah formulasi obat harus bersifat innert dengan kata lain tidak merusak ataupun mengurangi efek terapi dari obat yang dikandungnya (Anief,2007). Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut aktifitas antimikroba ekstrak daun belimbing yang dibuat dalam sediaan salep untuk mengetahui konsentrasi efektif antimikroba ekstrak etilasetat dalam sediaan salep terhadap antimikroba penginfeksi luka bakar. METODE PENELITIAN Bahan penelitian Pelarut organik n-heksan, etil asetat dan alkohol 98% teknis, medium uji Nutrien Agar (NA), tween 80, NaCl fisiologis0,9%, Tween 80, Parafin liquidum, Alfatokoferol, Cera alba, dan Vaselin album. Biakan mikroba antara lain strain Basillussubtilis, Staphylococcus aureus,Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar