Vol. XI, No.2, Desember 2017 Cita Ekonomika, Jurnal Ekonomi ISSN 1978-3612 PEMETAAN POTENSI OBJEK WISATA DI PULAU AMBON (PENDEKATAN SWOT DAN IFAS EFAS) Bin Raudha Hanoeboen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka-Ambon, 97233, Indonesia ABSTRACT The research was conducted at Namalatu Beach, Hunimua Beach and Natsepa Beach. This study aims to map the tourism potential on Ambon Island. The data used in this study are secondary data from Time Series data from 2013 to 2015 obtained from the Maluku Provincial Tourism Office and the Central Bureau of Statistics of Maluku Province and primary data processed. The Internal Factor Evalution Matrix (IFE) is used to analyze the factors in the form of strengths and weaknesses possessed. Internal factor data is sought to analyze matters relating to several functional tourism objects. The preparation of IFAS and EFAS tables is carried out by giving a weight of 0.20 or 20% (Strong and high), 0.15 or 15% (Above average), 0.10 or 10% (Average), 0.05 or 5% (below average). And 0.00 or 0% (unaffected) with a rating scale starting from 1 (poor) to 4 (Outstanding) based on the influence of these factors Namalatu Beach Attractions, Hunimua Beach, Natsepa Beach and World Peace Gongs are then multiplied and added to get total scores from IFAS and EFAS tables. The process of weighting and granting IFAS and EFAS table ratings is based on answers to questionnaires, interviews with related parties and research observations. Keywords : Mapping, Tourism Potential, SWOT Analysis JELClassification : Y91, Z32, B41 PENDAHULUAN Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Provinsi Maluku sebagai suatu daerah yang berada di wilayah Indonesia Bagian Timur, dengan Ambon sebagai Ibukotanya memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman daya tarik wisatawan, bersifat (alam, pantai, air terjun/pemandian, hutan termasuk flora dan fauna) maupun budaya yang dapat dikembangkan menjadi tujuan pariwisata yang layak diperhitungkan untuk di kunjungi. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku, Kota Ambon merupakan salah satu kota yang memiliki banyak objek wisata yang cukup terkenal. Kota Ambon juga mengandalkan obyek wisata pantai untuk menarik kunjungan wisatawan, seperti Pantai Hunimua, Pantai Natsepa, dan Pantai Namalatu. Perkembangan suatu lokasi wisata alam berkaitan dengan potensi dan daya tarik dari objek wisata itu sendiri. Pulau Ambon memiliki akan hal tersebut, dimana sudah mulai banyak wisatawan yang mengunjungi objek-objek wisata di Pulau Ambon. Seperti halnya objek-objek wisata yang di ambil sebagai objek penelitian yaitu: Pantai Hunimua, Pantai Namalatu, dan Pantai Natsepa. Mengapa diambil ketiga objek wisata karena ketiganya dikelola oleh Pemerintah sedangkan yang lainnya dikelola secara swakelola oleh masyarakat. Dalam pengembangannya objek wisata ini ada yang mengalami peningkatan maupun penurunan pendapatan. Adapula objek wisata yang mengalami penurunan daya tariknya. Hal ini yang menjadikan permasalahan, mengapa objek wisata yang dekat memiliki daya tarik yang sedikit sedangkan objek wisata yang mempunyai jarak jauh memiliki daya tarik yang banyak. Infrastruktur pula juga mempengaruhi potensi dari objek-objek wisata tersebut dengan meningkatkan atau menurunnya kunjungan objek wisata. Oleh karena itu, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi objek- objek wisata yang berpotensi serta menganalisa dan