Diselenggarakan oleh : LEMBAGA PENELITIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPPM) UNMAS DENPASAR JL. KAMBOJA NO. 11 A KOTA DENPASAR – PROVINSI BALI 29 – 30 AGUSTUS 2016 406 Unmas Denpasar PENDAMPINGAN PRODUKSI MENUJU STANDARISASI PRODUK BAGI UKM KRUPUK KUPANG DENGAN INTRODUKSI MESIN PENGERING LISTRIK DI DESA BALONDOWO - SIDOARJO Agustin, T.I. 1) , Aniek S. 2) , M. Taufiqurrahman, Renny W. 1) dan Astral 1) 1) Program Studi Perikanan 2) Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah, Surabaya titiekagustin@gmail.com ABSTRAK Pendampingan produksi menuju standarisasi produk bagi UKM krupuk kupang perlu dilakukan mengingat tuntutan konsumen terhadap kualitas produk semakin meningkat. Proses pengeringan krupuk sebagian besar masih menggunakan bantuan sinar matahari yang membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Proses pengeringan ini memiliki beberapa kendala yaitu panas yang fluktuatif, kebersihan kurang terjaga dan membutuhkan tempat luas. Untuk mengatasi kendala tersebut telah dirancang mesin pengering krupuk dengan menggunakan energi listrik. Metode pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu perancangan mesin pengering listrik, pendampingan produksi sesuai standar GMP ( Good Manufacturing Practices) dan pendampingan memperoleh SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mesin pengering listrik dapat menghasilkan krupuk dengan kualitas yang lebih higienis sehingga menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Dengan diperolehnya sertifikat SPP-IRT bagi UKM krupuk kupang dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi. Kata Kunci : Pendampingan Produksi, Krupuk Kupang, Sertifikasi PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Kerupuk adalah salah satu makanan pelengkap yang hampir ada di semua jenis makanan Indonesia. Kerupuk memang memiliki fungsi sebagai penambah selera makan karena rasanya yang enak dan bermacam-macam. Kerupuk dapat diolah dari beberapa macam bahan yang menentukan rasa kerupuk tersebut. Mulai dari ikan, udang, hingga sayuran dapat dijadikan bahan kerupuk sehingga kandungan gizi kerupuk bervariasi dan bermanfaat bagi tubuh tentunya. Desa Balongdowo merupakan salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang terkenal sebagai penghasil kupang. Kupang yang ditangkap nelayan Desa Balungdowo adalah jenis kupang merah dan kupang putih. Menurut Ilyas (1972), kupang merah (Musculita senhausian) disebut kupang jawa, kupang tawon, atau kupang kawung, yang mempunyai bentuk agak memanjang, bercangkang atau mempunyai kulit tembus cahaya, berukuran panjang antara 11 - 18 mm atau lebar antara 5 - 88 mm. Sedangkan kupang putih (Corbula faba) sering disebut dengan kupang beras, bentuknya agak lonjong, bercangkang keras, mengandung zat kapur, dengan ukuran panjang antara 4 - 10 mm dan lebar 8 - 17 mm.