JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 1 (2019), 2337-3520 (2301-928X Print) A45 AbstrakListrik telah menjadi kebutuhan utama manusia untuk menjalankan segala aktifitasnya. Akan tetapi, peningkatan kebutuhan itu tidak sebanding dengan peningkatan penyediannya yang berakibat sering terjadi pemadaman aliran listrik. Kondisi tersebut mendukung dilakukannya pengembangan penyediaan tenaga listrik dengan melakukan peramalan nilai kebutuhan energi listrik dengan menggunakan data pemakaian kWh listrik jenis golongan tarif rumah tangga dengan metode fuzzy time series. Hasilnya adalah metode fuzzy time series baik digunakan pada data pemakaian kWh listrik kelompok rumah tangga golongan tarif reguler, karena rata-rata nilai MAPE yang dihasilkan sebesar 19 % atau dapat dikatan rata-rata ketepatan nilainya sebesar 81 %, terutama untuk data jenis golongan tarif R-3/6.600 VA ke atas dengan nilai MAPE sebesar 4,8 persen atau dapat dikatakan ketepatan nilainya 95,2 %. Kata KunciPeramalan, Fuzzy Time Series, KWH Listrik, Golongan Tarif Rumah Tangga. I. PENDAHULUAN ISTRIK merupakan salah satu bentuk energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Setiap hari listrik digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan. Pada kenyataanya, kebutuhan listrik akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya bidang teknologi dan informasi. Berdasarkan data pada Buku Statistik Ketenaga Listrikan No. 29 2016, Jawa Timur merupakan daerah dengan jumlah penjualan listrik di peringkat ketiga dari 35 provinsi di Indonesia. Dari data tersebut, dapat dikatakan bahwa Jawa Timur termasuk ke dalam daerah dengan tingkat kebutuhan listrik yang tinggi [1]. Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Wisnu Yulianto mengatakan bahwa kenaikan konsumsi listrik di wilayah Jawa Timur dikarenakan mulai berkembangnya perekonomian masyarakat pada wilayah setempat. Pelanggan terbesar PLN Jawa Timur adalah rumah tangga yang mencapai 9.778.949 pelanggan atau 91 persen dari jumlah total pelanggan di Jawa Timur [2]. Akan tetapi, kecenderungan pada saat ini, peningkatan kebutuhan energi listrik, tidak sebanding dengan peningkatan penyediaan energi listrik. Akibatnya, sering terjadi pemadaman aliran listrik, khususnya pada jam-jam beban puncak, yaitu akibat beban pemakaian melebehi daya yang tersedia. Kondisi ini mendukung dilakukannya pengembangan penyediaan tenaga listrik untuk rentang waktu selanjutnya [3]. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memprediksi nilai kebutuhan listrik di waktu mendatang dengan melihat data konsumsi listrik pada rentang waktu sebelumnya. Selain memprediksi kebutuhan listrik, data konsumsi listrik pada rentang waktu sebelumnya dapat digunakan untuk memprediksi jumlah nilai penjualan energi listrik dengan menggunakan nilai tarif dasar listrik yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 28 Tahun 2016 berdasarkan golongan tariff [4]. Pada Studi ini dilakukan penelitian tentang peramalan terhadap nilai kwh listrik di Jawa Timur, dengan data konsumsi energi listrik bulanan per golongan tarif rumah tangga yang diperoleh dari PT. PLN Persero, Distribusi Jawa Timur dengan menggunakan metode Fuzzy Time Series. II. DASAR TEORI A. Data Time Series Menurut Dedi Rosadi, untuk dapat memahami pemodelan runtun waktu, perlu diketahui beberapa jenis data berdasarkan waktu. Salah satunya adalah time series (runtun waktu) data, yaitu jenis data yang dikumpulkan menurut urutan waktu dalam suatu rentang waktu tertentu. Jika waktu dipandang bersifat diskrit (waktu dapat dimodelkan bersifat kontinu), frekuensi pengumpulan selalu sama (equidistant). Dalam kasus diskrit, frekuensi dapat berupa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, atau bahkan tahun [5]. Data runtut waktu yang terdiri dari variable tunggal (single variable) dinamakann sebagai univariate, sedangkan yang berisi lebih dari satu variabel dinamakan multivariate. B. Deskripsi Umum PT. PLN (Persero), Distribusi Jawa Timur Wilayah usaha PT. PLN Persero, Distribusi Jawa Timur dibagi menjadi 16 daerah pelayanan yang melayani wilayah administrasi propinsi Jawa Timur, yaitu Area Surabaya Selatan, Surabaya Utara, Surabaya Barat, Malang, Pasuruan, Kediri, Mojokerto, Madiun, Jember, Bojonegoro, Banyuwangi, Pamekasan, Situbondo, Gresik, Sidoarjo, dan Ponorogo. Pengelompokan data yang berlaku di PT. PLN (Persero), Distribusi Jawa Timur, diantaranya berdasarkan [6]. 1. Pembangkit, data pembangkit terdiri atas PLTM (Pusat Listrik Tenaga Mikrohidro) dan PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel) Skala Kecil. 2. Pelanggan, data pelanggan diuraikan menurut golongan tarif sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT. PLN Persero, Distribusi Jawa Timur No.336.K/010/DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003. 3. Menurut Jenis Pelanggan, dibagi menjadi: a. Kelompok Rumah Tangga adalah penjumlahan Golongan Tarif R-1, R-2, dan R-3. b. Kelompok Bisnis adalah penjumlahan Golongan Tarif B-1, B-2, B-3, Traksi(T), Curah(C), dan lainnya(L). Penerapan Fuzzy Time Series Dalam Peramalan Nilai KWH Listrik Golongan Tarif Rumah Tangga di Jawa Timur Ekky Hidma Octia Rahmah dan Mohammad Isa Irawan Departemen Matematika, Fakultas Matematika, Komputasi, dan Sains Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: mii@its.ac.id L brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Sains dan Seni ITS