Vol. 3, No. 1, Maret 2022, pp. 1-10 E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current.ejournal.unri.ac.id Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau PENGARUH LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN, DAN INOVASI TERHADAP KINERJA UMKM THE EFFECT OF FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL INCLUSION, AND INNOVATION ON MSMEs PERFORMANCE Joko Susilo 1* , Yuneita Anisma 2 , Azhari Syofyan 3 123 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru *Email: joko.susilo0160@student.unri.ac.id Keywords Abstract Financial Literacy, Financial Inclusion, Innovations, MSME Performance This study aims to examine and analyze the effect of literacy, financial inclusion, and innovation on the performance of MSMEs in Pekanbaru City. The population of this study is MSMEs scattered in Pekanbaru City which recorded as many as 14,120 MSMEs. The sample used was 78 respondents who were determined by using the purposive sampling technique. The data analysis method used in this research is multiple linear regression. Meanwhile, the analytical tool used in this research is the Statistical Product and Service Solution (SPSS) data processing software. The result of the study indicated that financial literacy and financial inclusion affect the performance of MSMEs. While other findings indicate that innovation has no effect on the performance of MSMEs in Pekanbaru City. Article informations Received: 2022-01-30 Accepted: 2022-03-21 Available Online: 2022-03-30 PENDAHULUAN UMKM atau biasa disebut dengan Usaha Mikro Kecil Menengah adalah bagian tepenting dalam perekonomiian Indonesia yang dapat memacu laju pertumbuhan ekonomi. (Sinaga et al., 2020). UMKM yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian nasional pun juga ikut tergerus khususnya dimasa pandemi ini. UMKM yang berkontribusi terhadap (PDB) sebesar 61% dengan kemampuan menyerap tenaga kerja 97% serta menghinpun sampai 60 persen dari total investasi namun, realitanya UMKM ikut terdampak cukup serius (Bpkm, 2021). Data yang tercatat di Asosiasi UMKM Indonesia ditemukan tiga puluh juta usaha yang mengalami kebangkrutan dari enam puluh tiga juta usaha (Victoria, 2020). Fakta lain menunjukkan bahwa UMKM berpartisipasi terhadap PDB atas tahunn 2020 adalah partisipasi yang terendah sejak tahun 2010 yaitu sebesarr 37% (Fauzan, 2021). Penurunan PDB yang cukup signifikan tersebut menunjukkan adanya indikasi penurunan atas kinerja UMKM khususnya di masa pandemi. Lebih lanjut performa usaha yang terus merosot menuntut para pelaku UMKM memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan karena sepinya pelanggan. Dari data yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bahwa terdapat lebih dari 500 ribu pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja UMKM sedang dalam tidak baik-baik saja dilihat dari penjualan yang menurun diiringi dengan laba yang semakin kecil akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja/pengurangan karyawan. Sementara untuk Provinsi Riau sendiri tercatat sebanyak 263 ribu UMKM yang terdampak karena transaksi jual beli mengalami penurunan dimasa Pandemi Covid-19. Itu artinya penjualan, jumlah karyawan, pangsa pasar, serta pertumbuhan