Volume 3 No 1, 2022/ DOI: 10.32539/Hummed.V3I1.71 58-70 e-ISSN 2745-6560 hummed.ejournal.unsri.ac.id Penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks menggunakan teknik sitologi Pap Smear konvensional Heni Maulani, Ika Kartika, Krisna Murti, Wresnindyatsih Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya E-mail: p_a_palembang@yahoo.co.id Abstrak Kejadian kanker serviks di Indonesia masih menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita. Lesi prakanker sebagai lesi prekursor dapat dideteksi secara dini dengan cara pemeriksaan sitologi Pap Smear. Pemeriksaan Pap Smear diindikasikan bagi setiap wanita yang telah menikah dan dilakukan secara periodik. Jika ditemukan lesi prakanker maka diperlukan penanganan medis yang tepat sehingga lesi tidak berlanjut menjadi kanker serviks. Metode pelaksanaan kegiatan melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Pap Smear dengan sasaran semua wanita yang telah menikah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini kanker serviks dan mendeteksi secara dini lesi prakanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-tes. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan diadakan sebanyak 4 kali dalam bulan September-Oktober 2021 di dua lokasi yaitu Puskesmas Gandus dan praktek bidan Hj. Nani. Pengabdian masyarakat ini berhasil menghimpun peserta penyuluhan sebanyak 130 orang. Hasil pretest dan post peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan para peserta tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks dari nilai rata-rata 75,57 menjadi 89,28. Dari hasil diagnostik Pap Smear diperoleh bahwa peserta paling banyak menderita servitis kronik non spesifik yang termasuk ke dalam Negative for Intraepithelial Lesion or Malignancy (NILM). Penyuluhan dan deteksi dini ini sangat efektif dalam upaya pencegahan kanker serviks. Kata kunci: Kanker Serviks, Pap Smear, Pengabdian Masyarakat Abstract Counseling and early identification of cervical cancer using conventional Pap Smear cytology procedures. Cervical cancer is still the second biggest cause of mortality in women in Indonesia. Pap Smear cytology can detect precancerous lesions as precursor lesions early. Every married woman should have a Pap Smear examination done on a regular basis. If precancerous lesions are discovered, they must be treated immediately so that they do not proceed to cervical cancer. Counseling and Pap Smear Examination will be used to carry out the activity, which is aimed at all married women. The goal of this activity is to raise public awareness about the necessity of early cervical cancer screening and Pap Smear examination for early diagnosis of cervical precancerous lesions. Pre-test and post-test assessments were used to establish the degree of knowledge of participants. Counseling and examination activities was place four times in September-October 2021, at the Gandus Health Center and the practice of midwife Hj. Nani. This community service has attracted 130 counseling participants. Participants' understanding of the importance of early identification of cervical cancer increased from a score of 75.57 to 89.28 as a result of the pretest and post-test counseling outcomes. According to the Pap Smear diagnostic results, the majority of patients had non-specific chronic cervicitis, which was classified as