60 Journal of Mechanical Engineering Education, Vol. 3, No. 1, Juni 2016 ANALISIS ERGONOMI PADA PRAKTIK MEMELIHARA RODA DAN BAN MENGGUNAKAN METODE REBA Friska Pakpahan 1 , Wowo S. Kuswana 2 , Ridwan A.M. Noor 3 Departemen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung 40154 friska288@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat resiko ergonomi otot-rangka siswa dalam melakukan praktik. Metode yang digunakan untuk menganalisis posisi tubuh adalah Rapid Entire Body Assesment (REBA). Penelitian ini dilakukan dengan observasi terstruktur antropometri siswa untuk mengkategorikan tubuh lalu dianalisa menggunakan metode REBA. Metode REBA menganalisis posisi leher menekuk, posisi punggung membungkuk, posisi kaki berjongkok, Posisi lengan atas dinaikkan, posisi lengan bawah menekuk, posisi pergelangan tangan menekuk. Beban angkat dari roda dan ban sepuluh kilogram. Pegangan genggaman tangan tidak bisa diterima karena pegangan tidak sesuai. Aktivitas kaki berlebihan karena jongkok lebih dari satu menit. Hasil nilai REBA antropometri persentil 5 sebesar 10, berarti tingkat resiko cidera tinggi dan tindakan perlu dilakukan perubahan untuk mengurangi resiko. Hasil nilai REBA antropometri persentil 50 dan 95 sebesar 12 berarti tingkat resiko cidera sangat tinggi dan kondisi sangat berbahaya dan tindakan perlu saat ini juga dilakukan perubahan untuk mengurangi resiko. Kendaraan yang tidak bisa diatur ketinggiannya membuat kondisi praktik rentan terhadap cidera. Sebaiknya menggunakan alat bantu car lift untuk mengatur ketinggian kendaraan sesuai dengan antropometri. Kata kunci: ergonomi, antropometri, rapid entire body assesment, produktif PENDAHULUAN Siswa praktik tanpa menggunakan alat bantu car lift untuk mengatur ketinggian kendaraan sehingga dimensi tubuh yang menyesuaikan dengan ketinggian mobil (Hardianto, I. & Yassierli, 2014). Penyesuaian mobil yang tidak bisa diatur ketinggiannya membuat posisi leher siswa menekuk, posisi punggung membungkuk, posisi kaki berjongkok dan harus bertumpu didua kaki atau satu kaki. Posisi lengan atas dinaikkan, posisi lengan bawah menekuk, posisi pergelangan tangan menekuk. Siswa mengangkat berat roda dan ban, menggenggam roda saat dipasang, dan aktifitas berulang. Diskusi awal kepada siswa kelas XI mengenai praktik memelihara roda dan ban. Siswa mengemukakan keluhan di otot-otot skeletal. Keluhan di otot-rangka (skeletal) merupakan faktor risiko dari ergonomi. Keluhan-keluhan yang dirasakan pada nyeri punggung, nyeri leher, nyeri pada pergelangan tangan, siku dan kaki. Tubuh bagian atas dan bawah terutama punggung, lengan dan kaki dirasakan sangat terasa sakit (Pheasant, 2003). Cidera akibat gangguan otot-rangka manusia dapat terjadi dari faktor praktik dan faktor siswa. Faktor praktik yang canggung (posisi tubuh), posisi kerja statis, peregangan otot yang berlebihan, 1 Mahasiswa Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI 2 Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI 3 Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI