ESTIMASI CURAH HUJAN DATA SATELIT GEOSTASIONER DAN ORBIT POLAR DIBANDINGKAN DENGAN DATA STASIUN HUJAN Karendra Harsita Karendraharsita@hotmail.com Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc Abstract This research used blended satellite which are geostationary satellite (MTSAT-1R) and TRMM Microwave Imager (TMI). The relationship analysis between the brightness temperature from MTSAT-1R and the rainfall from TMI have been conducted in this research. There is a relation between brightness temperature and rainfall. Decreasing of brightness temperature is comparable by increasing of precipitation. In the modified exponential regression between two variable, the equation is formed Rainfall estimation = a.e(b/cloud brightness temperature) with determination coefficient 0,71. Then, this modification is used to estimate the precipitation. he results show that there is still overestimate the rainfall data for estimation of measurement data station. Temperature affects the rain intensity is inversely proportional to the measured rainfall and the height is proportional to the intensity of rain Keywords: rainfall, brightness temperature, MTSAT-1R, TRMM Microwave Imager Abstrak Penelitian ini memanfaatkan data satelit geostasioner (MTSAT-1R) dan gelombang mikro TRMM Microwave Imager (TMI). Analisis diutamakan pada nilai suhu kecerahan awan yang didapat dari MTSAT-1R dan rain rate (laju hujan) dari TMI pada waktu yang sama di wilayah kajian (DIY). Analisis data menunjukkan semakin menurunnya suhu kecerahan maka laju hujan semakin meningkat. Hubungan tersebut direpresentasikan dalam bentuk persamaan regresi modifikasi eksponensial, yaitu Curah Hujan Dugaan = a.e(b/suhu kecerahan awan) dengan koefisien determinasi 0,71. Hasil menunjukkan bahwa masih terjadi overestimate antara data curah hujan estimasi terhadap data pengukuran stasiun. Suhu berbanding terbalik mempengaruhi intensitas hujan hujan yang diukur dan ketinggian berbanding lurus dengan intensitas hujan Kata kunci: Curah Hujan, Suhu Kecerahan Awan, MTSAT-1R, TRMM PENDAHULUAN Perolehan data cuaca sekarang ini dapat diperoleh dengan penginderaan jauh. Perkembangan perolehan data spasial permukaan bumi salah satunya perolehan data suhu permukaan bumi berupa suhu awan menggunakan gelombang inframerah dan data lainnya seperti intensitas hujan dengan menggunakan gelombang micro dengan wahana satelit penginderaaan jauh. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Jurnal Bumi Indonesia