263 Studi Perbandingan Dua Algoritma Phase Unwrapping (Region Growing dan Minimum Cost Flow) pada Teknik Interferometric Synthetic Aperture Radar (INSAR) dalam Menghasilkan Digital Surface Model (DSM) Jupi Nurul Azkiya jupi.nurul.a@mail.ugm.ac.id Retnadi Heru Jatmiko retnadi_geougm@yahoo.com Abstract DSM (Digital Surface Model) is model digital of the earth's surface that represents a height of terrain including the height of the object above the earth such as vegetations and buildings. Data collection of DSM can be done with radar technology. InSAR technique utilizes phase difference information of two SAR images (Synthetic Aperture Radar) recorded at different positions. Phase unwrapping is the most challenging step in inSAR techniques, trying to eliminate discontinuities in the interferogram (wrapped phase). The result of this process is unwrapped phase that will be converted to the height value of the earth's surface. Region growing (RG) and minimum cost flow (MCF) applied to this process. RMSEz of DSM RG is 20,496 meters, while the DSM MCF is 20,026 meters, with vertical accuracy of DSM RG is 40,175 meters and 39,250 meters for DSM MCF at 95% confidence level. Both of DSM below the vertical accuracy of the USGS standard received from Spaceborne insar i.e. 0.5 to 20 meters. Key word : Phase, Phase Unwrapping, InSAR, DSM, vertical accuracy Intisari DSM (Digital Surface Model) merupakan model permukaan bumi digital yang menyajikan ketinggian medan bumi termasuk ketinggian objek diatasnya seperti vegetasi dan bangunan. Perolehan data DSM dapat dilakukan dengan teknologi radar. Teknik INSAR memanfaatkan informasi beda fasa dari dua citra SAR (Synthetic Aperture Radar) yang direkam pada posisi yang berbeda. Phase unwrapping merupakan langkah paling menantang dalam teknik inSAR, proses ini mencoba menghilangkan diskontinuitas 2π pada interferogram (wrapped phase). Hasil proses ini adalah unwrapped phase yang nantinya akan dikonversi ke nilai ketinggian permukaan bumi. Region growing (RG) dan minimum cost flow (MCF) diterapkan pada proses ini. RMSEz dari DSM RG adalah 20,496 meter, sedangkan DSM MCF 20,026 meter dengan akurasi vertikal dari DSM RG adalah 40,175 meter dan 39,250 meter untuk DSM MCF pada tingkat kepercayaan 95%. Kedua DSM berada dibawah nilai akurasi vertikal dari standar USGS yang diterima dari spaceborne InSAR yaitu 0,5 – 20 meter. Kata kunci : Fasa, Phase Unwrapping, InSAR, DSM, akurasi vertikal I. PENDAHULUAN Permukaan bumi yang digambarkan dalam bentuk tiga dimensi memerlukan data ketinggian (berdimensi tiga), agar dapat menghasilkan sesuatu yang terlihat lebih mendekati kenyataan sebenarnya dari bumi. Pemodelan permukaan bumi secara tiga dimensi dilakukan untuk membantu memudahkan analisis kajian kebumian yang berhubungan dengan topografi, seperti longsor dan deformasi permukaan. DEM (Digital Elevation Model) adalah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari titik – titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefinisikan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Bumi Indonesia