Kelayakan dasar penerapan HACCP Nurani TW, Iskandar BH, Wahyudi GA Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Volume XIV Nomor 2 Tahun 2011: 115-123 115 KELAYAKAN DASAR PENERAPAN HACCP DI KAPAL FRESH TUNA LONGLINE Pre Requisite of The Applying HACCP on Fresh Tuna Longline Tri Wiji Nurani*, Budhi Hascaryo Iskandar, Gina Almirani Wahyudi Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor *Korespondensi: Departemen PSP, Jalan Lingkar Akademik, Kampus IPB Dramaga 16680, Bogor. Email: triwiji@hotmail.com Abstract Many numbers of rejected tuna product of Indonesia in export market, request fsh handling which can qual- ity assurance and security of the product. Fish handling on board is one of the production chain which playing a port of important to quality of tuna product. HACCP quality management system have been obliged to be applied in fsh processing unit, while in fshing vessel the traceability. Appling SSOP and GMP/GHP represent a basic requirement (pre requisite) as measuring rod of the readiness of applying HACCP. The purpose of this study was to determine the feasibility of the basic requirements of HACCP implementation in the tuna longline vessels. Research done in the fshing port of Palabuhanratu and Nizam Zachman Jakarta. Assessment conducted to basic requirement of ves- sel feasibility, include the location and environment, design and construction of ships and facilities, equipment and supplies, operational management, hygiene and health of workers, to the quality management system. Result of the research indicated that value Yi around 1,5<Yi<3, can make conclusion that applying of basic requirement has near enough from the standard, so that the HACCP can be applied in fresh tuna longline vessel after some completion. Keywords: quality management systems, HACCP, pre requisite, tuna longline vessels Abstrak Banyaknya produk rejected ikan tuna Indonesia dari pasar ekspor, menghendaki sistem penanganan mutu yang dapat memberikan jaminan kualitas dan keamanan produk tuna. Penanganan ikan di atas kapal termasuk ke dalam rantai produksi yang memegang peranan penting terhadap kualitas produk ikan tuna. Sistem mutu HACCP telah diwajibkan untuk diterapkan di Unit-Unit Pengolahan Ikan (UPI), sedangkan di kapal perikanan bersifat mampu telusur (traceability). Penerapan SSOP dan GMP/GHP merupakan persyaratan dasar (pre requisite), se- bagai tolok ukur kesiapan penerapan HACCP. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kelayakan persyaratan dasar penerapan HACCP di kapal fresh tuna longline. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Penilaian dilakukan terhadap unsur persyaratan dasar kelayakan kapal, meliputi lokasi dan lingkungan, desain dan konstruksi kapal serta fasilitas, pera- latan dan perlengkapan, operasional penanganan, kebersihan dan kesehatan pekerja, serta sistem manajemen mutu. Hasil penelitian menunjukkan nilai Y1 pada kisaran 1,5≤Y<3, dapat disimpulkan bahwa penerapan persyaratan dasar cukup dekat dari standar, sehingga HACCP dapat diterapkan di kapal fresh tuna longline dengan terlebih dahulu melakukan banyak penyempurnaan. Kata kunci: sistem manajemen mutu, HACCP, kapal tuna longline, persyaratan dasar PENDAHULUAN Ikan tuna merupakan produk andalan Indonesia sebagai komoditi ekspor setelah udang. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor terbesar produk tuna dunia. Tujuan utama pasar ekspor adalah Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Produk tuna dieskpor dalam bentuk segar, beku atau ikan kaleng. Pasar ekspor menghendaki jaminan kualitas dan keamanan pangan yang tinggi. Kasus penolakan produk tuna Indonesia dari pasar ekspor, khususnya dari Uni Eropa dan Amerika Serikat cukup tinggi. Widiastuti dan Putro (2010) menyatakan ekspor tuna segar Indonesia banyak mengalami hambatan, khususnya terkait dengan permasalahan kualitas yaitu oleh tingginya brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia