43 UJI KUALITAS PRODUK KERUPUK JAGUNG PULUT (VARIETAS LOKAL) DALAM UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN USAHA UMKM DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA Nuranisa*, Jusriadi*, Muhammad Amiruddin*, Rosida P. Adam* ABSTRAK Jagung adalah sumber makanan kedua setelah nasi. Penggunaan jagung untuk industri makanan sangat maju dan bervariasi untuk industri menengah dan atas seperti industri makanan ringan, minyak jagung, tepung jagung, bubur jagung, margarin, gula dan sebagainya. Namun, pada skala petani atau usaha kecil, jagung umumnya hanya dijual sebagai makanan ringan atau makanan ringan. Dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan implementasi jagung, perlu untuk mengolah jagung menjadi produk kerupuk jagung. Penelitian ini membahas (1) Mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur dan kerenyahan kerupuk pulut berdasarkan jagung muda dan jagung tua, (2) Sebagai sumber informasi untuk membuat kerupuk jagung berkualitas dan (3) Penelitian ini menggunakan deskriptif metode yang membandingkan dua fakta atau lebih, dengan Metode Analisis Regresi Linier Berganda yang terdiri dari 2 pengolahan kerupuk jagung muda dan kerupuk jagung tua, uji organoleptik dilakukan di 3 desa yang lebih tinggi di Kabupaten Tojo Una-Una dan masing-masing desa terdiri dari 20 peserta uji organoleptik. Dapat dianggap 60 peserta tes organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak kerupuk jagung daripada mereka yang tidak. Uji organoleptik kerupuk jagung yang dihasilkan adalah kerupuk jagung muda. Kerupuk jagung pada parameter kerenyahan dinyatakan sebagai nilai tertinggi 48,16%, Warna 39,3%, rasa 36% dan aroma 35%. Uji organoleptik dari tiga desa yang lebih disukai kerupuk jagung adalah Desa Padang Tumbuo. Kata kunci: Jagung, kerupuk jagung, uji organoleptik ABSTRACT Corn is the second food source of food after rice. The use of corn for the food industry is highly developed and varied for the middle and upper industries such as the light food industry, corn oil, cornstarch, grits, margarine, sugar and so on. However, on a farmer or small business scale, corn is generally only sold as snacks or snacks. In an effort to increase the added value and implementation of corn, it is necessary to process corn into corn cracker products. This study discusses (1) Knowing the quality of taste, aroma, texture and crispness of pulut crackers based on young corn and old corn, (2) As a source of information for making quality corn crackers and (3)This research uses a descriptive method that compares two or more facts, with the Multiple Linear Regression Analysis Method consisting of 2 processing of young corn crackers and old corn crackers, organoleptic tests conducted in 3 higher villages in Tojo Una-Una Regency and each village consists from 20 organoleptic test participants. Can be considered 60 organoleptic test participants. The results showed that there were more corn crackers than those who didn't. Organoleptic test of corn crackers that is produced is young corn crackers. Corn crackers on crispness parameters were stated to be the highest value of 48.16%, Color 39.3%, taste 36% and aroma 35%. Organoleptic test of the three villages which preferred corn crackers is Padang Tumbuo Village.