Jurnal Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Fisika Terapan. Vol 3 (2), 2022; ISSN: 2549-7162 Hal. 49-61 Wijaya, GH., Sutiarno, S., Karokaro, P., Syafiradi, S., Ginting P., Riyanto, A., 2022. Biofam anti Bakteri. Vol 3 (2), 2022 agus.riyanto@fmipa.unila.ac.id 49 Jenis Artikel: originial research Pengaruh Variasi Ion Ag + terhadap Pembentukan Biofoam Antibakteri Berbasis Pati Singkong dan Selulosa Batang Jagung Galang Haedi Wijaya 1 , Sutiarno Sutiarno 1 , Pulung Karokaro 1 , Syafriadi Syafriadi 1 , Pariaman Ginting 1 , Agus Riyanto 1 1 Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung Corresponding e-mail: agus.riyanto@fmipa.unila.ac.id Diserahkan: 26 Mei 2022 Direvisi: 29 Mei 2022 Diterima: 02 Juni 2022 Diterbitkan: 30 Juni 2022 Terbitan daring: 03 Juni 2022 ABSTRAK. Biofoam pada penelitian ini terbuat dari biopolimer berupa pati singkong, selulosa dari batang jagung, dan polimer pengikat berupa Polivinil Alkohol (PVA). Pembuatan biofoam tersebut dicetak menggunakan metode thermopressing dengan T=150 O C dan ditekan selama t = 3 menit. Bahan aditif berupa ion Ag + ditambahkan untuk memberikan sifat antibakteri biofoam. Ion Ag + diproduksi menggunakan metode elektrolisis dari batang AgBr dengan tegangan listrik 15 Volt. Kemudian, larutan hasil elektrolisis yang mengandung ion Ag + divarisasikan konsentrasi (12 ppm; 17 ppm; 22 ppm; 27 ppm). Ion tersebut kemudian dilapiskan pada biofoam menggunakan metode dip coating, lalu dikeringkan pada suhu ruangan. Seiring dengan penambahan konsentrasi larutan ion Ag + yang dilapiskan pada biofoam, menunjukkan adanya pergeseran gugus fungsi O-H dan N-H bending di bilangan gelombang 3276-3287 cm -1 dan 1640-1647 cm -1 . Berdasarkan hasil uji antibakteri bakteri menunjukkan munculnya zona hambat bakteri Bacillus sp, namun tidak muncul pada bakteri Escherichia coli. Variasi penambahan konsentrasiion Ag + tidak mempengaruhi pengujian daya serap air pada biofoam karena nilai pengujian cendrung tetap. KATA KUNCI: Biofoam, Ag + , Antibakteri Jurnal Phi