374 ISSN 1412-565 X e-ISSN 2541-4135 Representasi Makna Demokrasi dalam Pidato Kampanye Presiden Jokowi (Muh. Rajib Silmi) Jurnal Penelitian Pendidikan Representasi Makna Demokrasi dalam Pidato Kampanye Presiden Jokowi Representation in the Meaning of Democracy Campaign Speech by the President Jokowi Muh. Rajib Silmi, Esi Junining & Nurul Chojimah Universitas Brawijaya Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia mrajibsilmi@gmail.com, esi_junining@yahoo.com & nurulchoy2@yahoo.com Naskah diterima tanggal 23/10/2019, direvisi akhir tanggal 25/11/2019, disetujui tanggal 26/12/2019 Absrak Bahasa adalah senjata paling tajam dan paling kuat dalam mempengaruhi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi Demokrasi Pancasila dalam pidato Presiden Jokowi dan juga untuk memahami kontribusi wacana dan faktor sosial makna leksikal demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Jokowi menggambarkan demokrasi dalam tiga tahap yakni denotasi (5 data) dan konotasi (3 data) dalam pidato kampanyenya. Ada beberapa topik yang mewakili demokrasi seperti tentang ekonomi, kesehatan, pendidikan. Data-data tersebut disampaikan secara denotatif dan konotatif. Penelitian ini membuktikan bahwa makna leksikal adalah aspek linguisik yang tepat untuk menemukan ideologi kandidat dalam wacana terutama dalam pidato kampanye politik. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti selanjutnya yang bermaksud mengambil topik penelitiannya ini. Semoga peneliti selanjutnya melanjutkan penelitian topik ini dengan fokus pada bidang yang lebih luas daripada demokrasi karena dapat memberikan lebih banyak informasi kepada masyarakat. Kata Kunci: Makna leksikal, demokrasi pancasila, pidato kampanye. Absract Language is the sharpes and mos powerful weapon in infuencing society. The purpose of this sudy is to determine the representation of Pancasila Democracy in President Jokowi’s speech and also to undersand the contribution of discourse and social factors to the lexical meaning of democracy. The results showed that President Jokowi described democracy in three sages, namely denotation (5 data) and connotation (3 data) in his campaign speech. Several topics represent democracy, such as economics, health, education. The data is submitted denotatively and connotatively. This research proves that the lexical meaning is the right linguisic aspect to fnd candidate ideology in the discourse, especially in political campaign speeches. Researchers hope this research can be a consideration for future researchers who intend to take this research topic. Hopefully, the next researcher will continue researching this topic with a focus on a broader feld than democracy because it can provide more information to the public. Keywords: Lexical meaning, democracy pancasila, campaign speech. I. PENDAHULUAN Bahasa menurut Walija (1996) merupakan komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan pada suatu pendapat kepada orang lain serta senjata paling tajam dan paling kuat dalam mempengaruhi masyarakat. Pilihan kata-kata dan penggunaan bahasa yang tepat dalam mewakili konsep dengan baik dapat memiliki efek (reaksi) tertentu