BIO-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, Vol 9 No 2 Oktober 2022, 192-197 Email:usman@untirta.ac.id https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN PJBL TERINTEGRASI STEM Usman Usman 1) , Mila Ermila Hendriyani 2) , Ika Rifqiawati 3) 123 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia ABSTRACT ARTICLE HISTORY Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah mahasiswa melalui pembelajaran PjBL yang diintegrasikan dengan STEM. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel penelitian yaitu mahasiswa yang mengambil MK Anfisman, yang Received 03 September 2022 Revised 10 Oktober 2022 Accepted 25 Oktober 2022 dipilih dengan cara purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal essay. Hasil penelitian KEYWORDS menunjukkan nilai kemampuan pemecahan masalah mahasiswa terdapat 19% termasuk kategori cukup, 29% kategori kurang dan 57% kategori sangat PjBL, STEM, Kemampuan Pemecahan Masalah kurang. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa ketika mengerjakan soal- soal yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah biologi adalah kesalahan mentransformasikan informasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan memahami soal Pendahuluan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi komunikasi sangat menunjang dunia pendidikan yang ke depannya berkembang dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran tentu saja tidak terlepas dari media. Perkembangan media pembelajaran untuk saat ini adalah dalam bentuk digital. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru harus diasah keterampilannya agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk menghasilkan produk-produk berupa media yang dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai laporan kegiatan/proyek yang biasanya dalam bentuk tulisan. Pada abad 21 ini diperlukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang dapat dilakukan pada sektor pendidikan untuk mengupayakan pembangunan sebuah peradaban yang baru dalam tatanan kehidupan yang semakin maju (Akbar, 2021). Pembelajaran berbasis proyek merupakan tuntutan zaman. Abad 21 menuntut manusia-manusia yang tangguh, produktif, dan mampu bersaing. Oleh karena, itu kemampuan menganalisis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif sangatlah diperlukan. Menurut (Blyznyuk, 2019) kecakapan abad 21 menuntut pendidik untuk mengembangkan pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif yang berorientasi pada peserta didik menjadi suatu keharusan. Menghadapi kondisi ini dunia pendidikan tentu harus menyesuaikan dengan merumuskan, menyusun, dan mengimplementasikan kurikulum yang mumpuni. Salah satu model pembelajaran yang disarankan dan biasa diterapkan adalah Project Base Learning (PjBL) (Blyznyuk, 2019). Project Base Learning sebagai suatu model pembelajaran mengakomodasi kemampuan pemecahan masalah diperlukan untuk menghadapi tantangan abad 21. Model ini dapat