ISSN 2302-8491 Jurnal Fisika Unand Vol. 6, No. 1, Januari 2017 29 Sintesis Magnesium Oksida dengan Variasi Temperatur Sintering Ilma Husnah * , Astuti Jurusan Fisika, Universitas Andalas *ilmahusnah26@gmail.com ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang sintesis magnesium oksida (MgO) menggunakan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis dengan memvariasikan temperature sintering yaitu 400 o C, 500 o C, 600 o C, dan 700 o C dengan massa PEG-6000 2 g. Struktur kristal, ukuran kristal, morfologi permukaan, dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X ditunjukkan bahwa struktur kristal MgO berbentuk kubik dan morfologi permukaan MgO berbentuk bulat (spherical). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 27,36 – 45,57 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 30,41 – 95,92 nm. Hasil SEM menunjukkan semakin tinggi temperatur sinteringnya maka morfologi permukaan MgO semakin homogen. Kata kunci: MgO, presipitasi, temperatur sintering, XRD, SEM ABSTRACT The synthesis of magnesium oxide (MgO) by precipitation method has been conducted. MgO nanoparticles are synthesized with sintering temperature variations of 400 o C, 500 o C, 600 o C, dan 700 o C with 2 gr mass of PEG-6000. Crystal structure, crystallite size, surface morphology and particle diameter distribution of these nanoparticles were characterized by X-Ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). From X-ray patterns analysis, it is known that crystal structure of MgO is cubic shape and surface morphologi of MgO is spherical shape. The crystallite size of all samples are approximately from 27.36 – 45.57 nm. The particle size of all samples are approximately from 30.41 – 95.92 nm. The SEM images show that higher temperature of sintering the more homogeneous the surface morphology of MgO. Keywords: MgO, precipitation, sintering temperature, XRD, SEM I. PENDAHULUAN Nanoteknologi menghasilkan suatu nanomaterial yang pada saat ini aplikasinya sangat luas diantaranya adalah di bidang biomedis, bioteknologi, teknik ilmu material dan lingkungan. Penggunaan nanomaterial terus dikembangkan dalam dunia industri termasuk metode yang digunakan dalam menghasilkan nanomaterial tersebut untuk meningkatkan kualitas produk industri (Fernandez, 2011). Salah satu nanomaterial yang menjadi perhatian peneliti untuk saat ini adalah keramik. Salah satu bahan keramik yang saat ini mempunyai aplikasi yang luas baik dalam dunia industri maupun penelitian adalah magnesium oksida (MgO). Material ini memiliki konduktivitas stabil pada temperatur tinggi, titik lebur yang tinggi, tahan korosi pada temperatur tinggi serta tersedia melimpah di alam. Bahan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu ketahanan terhadap kejutan termal dan mekanik rendah (Harefa, 2009). Kelemahan dari bahan tersebut dapat diperbaiki dengan cara mengembangkan rekayasa berstruktur nanopartikel. Pada penelitian sebelumnya, Ibrahim (2010) telah melakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi serbuk nano MgO menggunakan metode sol-gel dengan memvariasikan temperatur 600, 700, dan 800 ºC selama 6 jam. Analisis X-Ray Difraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa rata-rata ukuran kristal MgO yang didapatkan sebesar 22,7 nm dan morfologi MgO adalah nanosfera. Meenakshi (2012) juga telah melakukan penelitian tentang sintesis MgO dengan metode presipitasi menggunakan PVP (Polyvinil pyrrolidone) sebagai surfaktannya. Analisis SEM dan XRD menunjukkan bahwa ukuran partikel MgO yang didapatkan sebesar 60 nm dan memiliki bentuk kristal heksagonal. Pada penelitian lain, Alpionita dan Astuti (2015) melakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi MgO menggunakan metode presipitasi. Morfologi permukaan MgO dengan variasi temperatur sintering menunjukkan bahwa dengan temperatur sintering yang lebih tinggi menghasilkan partikel-partikel yang semakin homogen dibandingkan morfologi dengan temperatur sintering yang rendah.