Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022 e-ISSN 2656-3959 Arif Rahman Hakim PKM Pelatihan Pengrajin Kursi... Halaman 27 PKM Pelatihan Pengrajin Kursi Rotan, Manajemen Produksi, Mekanisasi dan Vertikal Marketing Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Arif Rahman Hakim * , Narti Eka Putria 2 , Nurul Azwanti 3 1 Jurusan/Program Studi Manajemen, Fakultas Manajemen 2 Jurusan/Program Akuntansi, Fakultas Akuntansi 3 Jurusan/Program Manajemen, Fakultas Manajemen 1,2,3 STIE Nagoya Indonesia, Kompl. Widya Bina Ummah, Kibing, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau 29424 * e-mail : Arif.ibn06@gmail.com No HP: +62 852-7008-5861 Informasi Artikel Abstrak Diterima Redaksi: 23 Mei 2022 Hingga saat ini, produksi kursirotan yangdipimpin bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah masih umum. Rotan diproduksi atas dasar pesanan langsung dari konsumen bagi pengrajin. Teknologi produksi belum menyentuh teknologi mekanik, sehingga membutuhkan waktu produksi yanglama. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelaksanaan kegiatan pengenalan Manajemen Produksi. Pada kegiatan ini diperkenalkan model proses produksi proses kontinyu, memberikan pemahaman tentang pola perencanaan produksi, yangmeliputi perencanaan proses produksi sistem pemantauan terkait ketersediaan bahan baku, jenis produk jumlah produk. diproduksi pada saat ini periode mendatang. cara menggunakan peralatan sampai mereka tahu cara menggunakannya. Workshop pengembangan model kursirotan terbaru. Revisi Akhir: 26 Mei 2022 Diterbitkan Online: 31 Mei 2022 Kata Kunci: Pembinaan; Pengrajin; Kursirotan; Manajemen Produksi; Mekanisasi; Vertikal Marketing 1. PENDAHULUAN Rotan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yangmemiliki nilai ekonomi yangsangat tinggi dan dapat dimanfaatkan hampir di semua bidang kehidupan manusia. Rotan merupakan bahan baku dalam produksi produk mebel yangmasih disukai bagi masyarakat umum. Salah satunya adalah kursi yangdigunakan sebagai tempat duduk. Hal ini didasarkan pada keunggulan bahan baku rotan yaitu mudah dibentuk, ditekuk atau ditekuk. Pemanfaatan teknologi pengolahan rotan menjadi salah satu kunci perkembangan industri mebel ini khususnya di beberapa pulau di Indonesia. Teknologi yangdigunakan menyesuaikan dengan sifat mekanik rotan. Industri pengolahan adalah kegiatan ekonomi yangmelakukan operasi untuk mengubah produk utama secara mekanis atau manual. menjadi produk jadi atau setengah jadi. atau barang yangnilainya lebih rendah dari barang yangnilainya lebih tinggi. Mitra yangdipilih adalah Mitra 1: Kelompok Usaha Gabungan Kursirotan Furniture "Mohimondalo". Partner 2 adalah Kelompok Usaha Gabungan Mebel Rotan Kursi "Iloheluma". Usaha kreatif mebel rotan yangdirintis bagi para mitranya dimulai pada tahun 1991, dimulai dari produksi peralatan rumah tangga rotan, atas minat Pak Arif Surusa, menerima pesanan mebel rotan dari tetangga dan kerabat. Pengembangan mebel rotan menjadi kursi meja produk rotan sederhana. Barang-barang lainnya hanyalah barang- barang rumah tangga, seperti wadah makanan yangbiasa digunakan saat hajatan, dan lain sebagainya. Sebagian besar kegiatan produktif ini hanya dilakukan bagi ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luang; mereka bukan dikembangkan dalam bisnis / industri apa pun. Sistem penjualan mebel rotan diterapkan sepenuhnya bagi setiap pengrajin yangsebagian besar mengaku memiliki pelanggan sendiri. Mebel rotan Mitra 1 Kube dinamai menurut nama ketua kelompok "Mohimondalo" Arif Surusa. Mitra 1 saat ini