Available online http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/SABUA S A B U A Volume 10 No. 1, 2021 P-ISSN 2085-7020 Sabua (Vol.10 No. 1, 2021, 45-55) Analisis Faktor Pembentuk Urban Heat Island di Kota Bitung Analysis of Urban Heat Island Formation Factors in Bitung City Elroi W. I. Lempoy a , Veronica A. Kumurur b & Fella Warouw c a Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia b Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulang , Manado, Indonesia c Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulang , Manado, Indonesia Email : elroiwara@gmail.com Abstrak Urban Heat Island (UHI) merupakan sebuah fenomena dimana wilayah urban mengalami suhu yang lebih panas dibandingkan dengan wilayah rural disekitar. Perubahan tutupan lahan yang terjadi antara lain berdirinya bangunan dan infrastruktur yang menggantikan daerah terbuka dan vegetasi, dimana tutupan lahan yang awalnya permeabel dan lembab berganti menjadi kedap dan kering akibat dari perkembangan kota yang mengarah pada terbentuknya Urban Heat Island. UHI terbentuk oleh berbagai faktor seperti cuaca, letak geografis, vegetasi, material, geometri dan panas antrhopogenik. Kota Bitung mengalami pertumbuhan penduduk dari 2008-2017 sebanyak 2,12% per tahun serta berbagai perubahan penggunaan lahan yang mengakibatkan turunya ruang terbuka dan vegetasi yang mengarah pada kenaikan suhu permukaan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran suhu permukaan di kota Bitung serta faktor-faktor pembentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapati bagaimana suhu permukaan di kota Bitung serta kondisi penggunaan lahan, material bangunan dan geometri perkotaan pada suhu permukaan yang tinggi. Analisis data yang digunakan berupa analisis spasial dengan perangkat lunak GIS berupa ArcGIS 10.3. Dalam menentukan suhu permukaan digunakan data dari citra landsat 8. Dari pengolahan citra di kota Bitung didapati suhu permukaan terendah dengan suhu 15,47 ºC dan suhu permukaan tertinggi dengan suhu 43,34 ºC. Suhu permukaan rata-rata tertinggi di kota Bitung berada pada kecamatan Girian, Madidir, dan Maesa dengan penggunaan lahan perumahan, perdagangan, industri dan jasa; dengan penggunaan material atap seng dan dinding beton serta jarak bangunan 0,82m sampai 8,47m. Kata kunci: Urban heat island; Penggunaan lahan; Material bangunan; Geometri perkotaan Abstract Urban Heat Island (UHI) is a phenomenon where urban areas experience hotter temperatures than the surrounding rural areas. Changes in land cover that occur include the establishment of buildings and infrastructure that replace open areas and vegetation, where the land cover that was originally permeable and moist has changed to impermeable and dry as a result of urban development which led to the formation of the Urban Heat Island. UHI is formed by various factors such as weather, geographic location, vegetation, materials, geometry and anthropogenic heat. Bitung city experienced population growth from 2008-2017 of 2.12% per year as well as various land use changes resulting in decreased open space and vegetation which led to an increase in surface temperature. Therefore this research was conducted to identify the distribution of surface temperature in the Bitung city and its forming factors. This study aims to find out how the surface temperature in the city of Bitung and the conditions of land use, building materials and urban geometry at high surface temperatures. The data analysis used is in the form of spatial analysis with GIS software in the form of ArcGIS 10.3. In determining the surface