Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 24 Januari 2014 ISBN : 978-602-70604-1-8 1 PERANCANGAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA INOVASI PADA KLASTER INDUSTRI KREATIF BATIK LAWEYAN Jumie Sephy Rahayu 1) , Bambang Syairudin 2) dan Sri Gunani Partiwi 2) 1) Program Studi Teknik Industri, Pascasarjana Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 60111 e-mail: jumiesephyrahayu@gmail.com 2) Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ABSTRAK Saat ini, dunia sedang memasuki era-industri gelombang keempat, yaitu industri ekonomi kreatif yang menekankan pada gagasan dan ide kreatif. Adanya preferensi konsumen, perkembangan teknologi, dan iklim kompetisi yang cepat berubah menuntut klaster memperbarui strategi dengan melakukan inovasi. Penciptaan inovasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas klaster sehingga produk klaster dapat bersaing dipasaran lokal maupun global. Penelitian ini membahas pemilihan strategi untuk meningkatkan kinerja inovasi klaster industri kreatif batik Laweyan. Penelitian ini menggunakan metode diagram Rantai Nilai (Value Chain, Business Model Canvas, analisis PESTEL dan analisis Diamod Porter. Selanjutnya mengidentifikasi SWOT, kemudian melakukan pembobotan untuk mengetahui posisi kuadran. Pembobotan dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya, dilakukan pemilihan strategi dengan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian yang menghasilkan, (1) klaster industri kreatif Kampoeng Batik Laweyan berada pada kuadran I, yaitu posisi agresif dan ekspansi sehingga strategi yang digunakan adalah memanfaatkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang. Subkriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan strategi adalah subkriteria Price (P2) dan Profit rate (M4). Strategi yang menjadi prioritas akhir yaitu penguatan brand Kampoeng Batik Laweyan dan Pengembangan kampung wisata edukasi. Kata kunci: strategi, kinerja inovasi, klaster, batik PENDAHULUAN Saat ini, dunia sedang memasuki era-industri gelombang keempat, yaitu industri ekonomi kreatif (creative economic industri), yang menekankan pada gagasan dan ide kreatif. Era-industri ini merupakan pergeseran dari tiga gelombang sebelumnya yang meliputi gelombang ekonomi pertanian, gelombang ekonomi industri, dan gelombang ekonomi informasi. Ekonomi kreatif digerakkan oleh industri kreatif, dimana industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui pendekatan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu (UK DCMS Task Force, 1998 dalam Industri Kreatif Indonesia Departemen Perdagangan RI). Ekonomi kreatif merupakan pengembangan konsep ekonomi berdasarkan aset kreatifitas yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by ITS Repository