Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. XVIII, No. 2, Oktober 2010 47 Perkembangan Serat Batang Rosella ( Hibiscus sabdariffa var.Sabdariffa) dengan Perlakuan Naungan dan Volume Penyiraman yang Berbeda Tri Astuti *, Sri Darmanti* *Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi F. MIPA UNDIP Abstract The crop of rosella (Hibiscus sabdariffa var.Sabdariffa) known as medicienal crop and fiber producting crop. Last research was known as pulp. Growth of stem fiber are influenced by environmental factors. The aim of this research is to know the development of stem fiber is treated with different shading and volumes of water sprinkler. Factorial completely randomized design (RCD) was used in this research. The first factor was three levels of shading (I 0 : 0%, I 1 : 55%, I 2 :75%) while the second factor was three levels volumes of watering sprinkler (P 1 : 240 mL, P 2 : 480 mL, P 3 : 720 mL). The observed variable was total, diameter and long of rosella stem fiber cell. Collected data were analysed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiply Range Test (DMRT). The result of this research indicate that there are influence interaction shading and volum water sprinkler to rosella stem fiber development. Shading treatment at all volums of water sprinkler have an effect on to improve the length and diameter cell fiber, without shading treatment with volum of water sprinkler at soil field capacity of improve the amount of fiber cell. Keywords : Hibiscus sabdariffa, growth of stem fiber, shading, volume of water sprinkler. Abstrak Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa var. Sabdariffa ) dikenal sebagai tanaman obat dan penghasil serat. Penemuan terbaru, serat rosella juga berpotensi sebagai bahan baku industri kertas ( pulp). Perkembangan serat batang rosella sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan serat batang rosella yang diperlakukan dengan naungan dan volume penyiraman air yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah naungan (I0 : 0%, I2 : 55% dan I3 : 75%) dan faktor kedua adalah volume penyiraman (P0 : 270 mL, P2 : 480 mL dan P3 : 720 mL). Variabel yang diamati adalah jumlah sel, diameter sel dan panjang sel serat batang rosella. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi pengaruh naungan dan penyiraman terhadap perkembangan serat rosela. Perlakuan naungan pada semua volume penyiraman berpengaruh meningkatkan diameter dan panjang sel serat, sedang perlakuan tanpa naungan dengan penyiraman pada kapasitas lapang berpangaruh meningkatkan jumlah sel serat. Kata kunci : Perkembangan serat, Hibiscus sabdariffa, intensitas cahaya, penyiram PENDAHULUAN Rosella saat ini menjadi tanaman yang diminati oleh masyarakat karena berbagai produk yang dapat dihasilkan dari bunga dan seratnya sehingga mengalami peningkatan budidaya yang cukup tinggi. Varietas yang umum dibudidayakan ada 2 jenis yaitu rosella berkelopak bunga kuning (Hibiscus sabdariffa var. Altisima) yang biasa dimanfaatkan serat batangnya sebagai bahan membuat tali dan