486
OPEN ACCES
Vol. 13No. 2: 486-492
Oktober 2020
Peer-Reviewed
AGRIKAN
Jurnal Agribisnis Perikanan (E-ISSN 2598-8298/P-ISSN 1979-6072)
URL: https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/AGRIKAN/
DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2. 486-492
Studi Kualitas Organoleptik Dodol Buah Pala
(Study of Organoleptic Nutmeg Fruit Dodol Quality)
Mustamin Anwar Masuku
1
, Misran Lawani
1
dan Erna Umasugi
2
1
Staf Pengajar Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Ternate –
Indoensia, Email mus.anwar@unkhair.ac.id ; thpunkhair@gmail.com
2
Alumni Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Ternate -Indoensia
Email: erna.umasugi@gmail.com
Info Artikel:
Diterima : 10 Des. 2020
Disetujui : 11 Des. 2020
Dipublikasi : 13 Des. 2020
Artikel Penelitian
Keyword:
dodol nutmeg, banana mulu
bebe, and organoleptic
properties.
Korespondensi:
Mustamin Anwar Masuku
Universitas Khairun, Ternate –
Indonesia
HP : 082225000708
Email:
mus.anwar@unkhair.ac.id
Copyright©
Oktober 2020 AGRIKAN
Abstrak. Dodol merupakan makanan semi basah yang memiliki tekstur plastis. Sifat organoleptik yang khas
dimiliki dodol adalah berwarna coklat, dan memiliki rasa yang manis, gurih dan legit dengan tekstur yang
plastis. daging buah pala berpotensi untuk diolah menjadi berbagai produk pangan seperti manisan pala, sirup
pala, selai, sari buah pala, minuman instan pala, jeli pala, anggur pala, asam cuka, permen gelatin hard candy
dan dodol. Pengolahan daging buah pala menjadi dodol pala dapat menambah nilai tambah produk pala dan
meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan dodol pala dengan sifat
organoleptic terbaik. Dodol dari daging buah pala dan tepung pisang mulu bebe menghasilkan nilai warna 3.64-
3.70 (tidak suka-suka), rasa 3.25-3.59 (agak tidak suka-suka), dan aroma 3.75-4.15 (tidak suka- suka). Rasio
penambahan daging buah pala 65% dan tepung pisang mulu bebe 35% memenuhi syarat mutu SNI dodol, rasio
penambahan daging buah pala 45% dan tepung pisang mulu bebe 55% menghasilkan dodol pala yang disukai
oleh konsumen.
Abstract. Dodol is a semi-wet food that has a plastic texture. The typical organoleptic properties of dodol are
brown and have a sweet, savory and legit taste with a plastic texture. Nutmeg meat has the potential to be
processed into various food products such as candied nutmeg, nutmeg syrup, jam, nutmeg juice, instant
nutmeg drink, nutmeg jelly, nutmeg wine, vinegar acid, gelatin hard candy and dodol. Processing nutmeg
meat into nutmeg dodol can add value to nutmeg products and increase farmers' income. The purpose of this
study was to produce nutmeg dodol with the best organoleptic properties. Dodol from nutmeg meat and banana
flour mulu bebe produces a colour value of 3.64-3.70 (dislike), flavour 3.25-3.59 (rather dislike), and aroma of
3.75-4.15 (dislike). The ratio of the addition of nutmeg meat 65% and banana flour mulu bebe 35% meets the
quality of SNI dodol, the ratio of addition of nutmeg meat 45% and banana flour mulu bebe 55% produces
nutmeg dodol favoured by consumers.
I. PENDAHULUAN
Dodol merupakan salah satu makanan khas
Indonesia, berasal dari daerah Jawa Barat dengan
bahan dasar pembuatannya adalah tepung beras
ketan, santan dan gula. Dodol merupakan
makanan semi basah yang memiliki tekstur
plastis. Sifat organoleptik yang khas dimiliki
dodol adalah berwarna coklat, dan memiliki rasa
yang manis, gurih dan legit dengan tekstur yang
plastis (Margareta, 2013). Lestari dkk (2013)
menyatakan penggunaan 100% tepung beras ketan
pada pembuatan dodol akan menjadikan dodol
dengan tekstur yang terlalu liat. Hal ini
diakibatkan karena kandungan amilopektin pada
tepung beras ketan yang tinggi yaitu sebesar 98%
sehingga mengakibatkan viskositas yang tinggi
dan membentuk tekstur dodol menjadi liat. Selain
adanya amilopektin, amilosa juga berperan dalam
pembentukan tekstur dodol, amilosa akan
memberikan tekstur keras dan kering, sehingga
apabila kandungan amilosa terlalu tinggi akan
membentuk tekstur keras pada produk dodol.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka harus
ditemukan bahan baku lain yang dapat digunakan
sebagai campuran tepung beras ketan untuk
pembuatan dodol agar didapatkan tekstur dodol
yang baik.
Pala (Myristica fragrans) merupakan
tumbuhan berupa pohon yang berasal dari
kepulauan Banda, Maluku. Selain itu juga terdapat
di Wilayah Maluku Utara, seperti Pulau Ternate,
Tidore, Halmahera, Morotai dan Kepulauan
Sulabesi. Akibat dari nilai ekonominya yang
terlalu tinggi sebagai rempah, buah dan biji pala
telah menjadi komoditas perdagangan yang
penting sejak masa Romawi. Pala disebut-sebut
dalam ensiklopedia karya Plinius "Si Tua".
Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar