1 PERSPEKTIF ALQUR’AN TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER (Pendekatan Tafsir Maudhu’i) Hasan Zaini Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar Korespondensi: Jl. Sudirman No. 137 Kubu Rajo, Lima Kaum Batusangkar Abstract Qur’an is a holly book that was revealed by Allah S.W.T to the prophet Muhammad (p.b.u.h) as guidances for human kind to live better in order to help them to get good part today and the day after. Qur’an is also as a direction (hudan) for people in general and obedient people (moslem) specifically, and it has been a medium to make it different between good and bad (al-furqan). As revelation, Qur’an discusses about faith, etiquette, moral value, and character. This study described Qur’an perspective of character education. Through character education, it is hoped that moslem people can apply it in line with Qur’an rules. Therefore, moslem people can achieve good personality (akhlatul - karimah dan Mmahmudah) and avoid something bad (mazmumah), even achieving demoralization. Kata Kunci: al-quran, pendidikan karakter, akhlak, etika dan moral PENDAHULUAN alam Al Quran diungkap bahwa Iblis adalah makhluk sombong. Tatkala disuruh Allah bersujud terhadap Adam, ia menolak dan malah mengatakan "Aku lebih baik daripada- nya: Engkau ciptakan aku dari api, sedang Engkau menciptakannya dari tanah" (QS. Al-A'raf: 12). Iblis pantang bersujud. Allah murka dan menghukum- nya keluar dari surga. Iblis minta waktu untuk menjerumuskan manusia. Peris- tiwa ini diabadikan Allah di berbagai surat dalam Al Quran. Dewasa ini, berita di media massa selalu diwarnai oleh Aksi dan perilaku negatif mulai dari demo anarkis, per- kelahian massal, perusakan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tindak korupsi, perilaku negatif di lembaga pendidikan merupakan wujud-wujud perbuatan tidak terpuji atau lahir dari akhlak tercela. Sedang akhlak tercela dipastikan berasal dari orang bermasalah dalam keimanan yang merupakan mani- festasi sifat syaitan dan iblis yang tugas utama dan satu-satunya menjerumuskan manusia agar tersesat dari koridor agama. Ajaran Islam tidak membiarkan perbuatan tercela. Nabi Muhammad sen- diri diutus dalam upaya menyempurna- kan akhlak manusia. Dalam kamus bahasa yang mendekati makna akhlak adalah budi pekerti. Senyatanya di Indonesia budi pekerti bangsa masih menjadi persoalan, hingga dimunculkan karakter. UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 telah menaruh perhatian dengan mencantumkan akhlak mulia sebagai suatu tujuan penting dari sistem pen- didikan nasional. D