Kurniawati, Syamsidar, & Kurnia Ramadani Fitoremediasi logam cadmium (Cd) dari asap rokok menggunakan tanaman puring (codiaeum variegatum) Al-Kimia | Volume 4 Nomor 1 2016 | 62 FITOREMEDIASI LOGAM KADMIUM (Cd) DARI ASAP ROKOK MENGGUNAKAN TANAMAN PURING (Codiaeum variegatum) Kurniawati L, Syamsidar HS, Kurnia Ramadani Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar Abstract: Environmental problems in Indonesia even in the world of growing. One of the factors causing the environmental problems with surging smoking habits in society that cause air pollution. One of the pollutants generated from cigarette smoke is a cadmium (Cd) metal. One of the efforts made in reducing pollutants in the air, especially Cd metals is phytoremediation method using plant croton (Codiaeum variegatum). This study aims to determine the ability of plants to absorb Cd metals croton. The method is performed by directly exposure at 3, 6 and 9 days. Instrument used in this study is an atomic absorption spectrophotometer (AAS). The results showed that the croton leaves absorb Cd metal with a maximum concentration of 1,065 mg/kg on days 9, so that it can be used as Cd metal phytoremediator. Keyword: Air pollution, cadmium (Cd), cigarette smoke, Puring, phytoremediation, 1. PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan di Indonesia bahkan di dunia kian bertambah. Salah satu faktor penyebab timbulnya permasalahan lingkungan tersebut dengan melonjaknya kebiasaan merokok pada masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Keberlangsungan hidup diperlukan udara yang sehat, namun dengan meningkatnya polusi udara sehingga menyebabkan udara sekitar menjadi tercemar. Kebiasaan merokok merupakan masalah penting dewasa ini. Rokok oleh sebagian orang sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 menyatakan bahwa rokok merupakan penyebab kematian tiga juta penduduk dunia setiap tahunnya. WHO menetapkan tanggal 31 Mei sebagai “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” (World No Tobacco Day). Konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor resiko utama timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, kanker paru-paru, kanker mulut dan kelainan kehamilan. Penyakit-penyakit tersebut saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Konsumsi tembakau atau rokok membunuh satu orang setiap detik. Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam yang terkandung di dalam rokok yang mana belum diketahui fungsinya secara biologis dan memiliki toksisitas yang tinggi. Semakin tinggi kadar dan semakin lama paparan, maka efek toksik yang diberikan akan lebih besar. Kadmium (Cd) dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan, sedangkan paparan kadmium (Cd) dalam dosis rendah tetapi berulang kali bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar